Friday, 24 Jan 2020
Temukan Kami di :
Bisnis

Belum Sepakat, AS Lancarkan Serangan Perang Dagang dengan China

Indah Pratiwi - 15/01/2020 10:18

Beritacenter.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) terus menekan tarif atas barang impor dari China hingga kesepakatan perdagangan fase II tercapai. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengaku perang dagang masih terus berlanjut bahkan bisa meningkat apabila kedua negara menandatangani kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump akan mempertimbangkan kebijakan pelonggaran tarif apabila kedua negara menyelesaikan perjanjian lanjutan.

"Jika presiden (Trump) mendapatkan (kesepakatan perdagangan) fase 2 dengan cepat, dia akan mempertimbangkan untuk melepaskan tarif sebagai bagian dari fase 2," kata Mnuchin seperti dilansir, Rabu (15/1/2020).

Sebelumnya, setelah tercapai kesepakatan fase I tercapai, AS menyetujui menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS yanng berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Namun, Presiden Trump akan meneken kesepakatan perdagangan fase I dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Gedung Putih pada Rabu (15/1/2019) pukul 11.30 pagi, waktu setempat.

Perang dagang ini membuat pasar dunia khawatir tentang kesepakatan perdagangan kedua negara. Alasannya, berdasarkan laporan dari Bloomberg, tarif AS masih tetap berlaku sampai Pilpres AS November 2020.

Akibat perang dagang antara kedua negara telah menyeret perekonomian global masuk ke dalam jurang yang curam.

"Tidak ada perjanjian lisan atau tertulis lainnya antara Amerika Serikat dan China tentang masalah ini, dan tidak ada kesepakatan untuk pengurangan tarif di masa depan. Setiap rumor yang bertentangan pasti salah," ujar Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dalam jumpa pers.




Berita Lainnya

Menteri BUMN Ngaku Sering Dapat Ancaman

17/01/2020 11:03 - Indah Pratiwi

Nasib Jiwasraya Tidak Seindah BPJS

08/01/2020 22:17 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA