Sunday, 05 Apr 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Ini Dia Negara Yang Bantu Iran Untuk Menyerang Markas AS di Irak

Indah Pratiwi - 15/01/2020 07:49

Beritacenter.COM - Konflik Iran-Amerika Serikat tidak lepas dari bantuan sekutu. Jika Amerika dibantu Israel, maka Iran dibantu Rusia. Rusia juga membantu Iran ikut membombardir pangkalan udara Amerika Serikat di Irbil dan Ain Al-Assad, 8 Januari 2019 lalu.

Rudal-rudal Iran yang diluncurkan Pasukan Garda Revolusi ke pangkalan militer Amerika Serikat di Irak pekan lalu diduga memakai teknologi satelit Rusia. Demikian bunyi laporan.

BACA JUGA

"Itulah sebabnya diyakini 17 dari 19 rudal balistik Iran sukses mengenai target yang berjarak beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran," kata media penerbangan Rusia Avia.Pro yang mengutip stasiun televisi Pravda TV.

"Dengan satelit GPS Amerika bisa membuat terobosan untuk sistem panduan rudal segala tipe. Tapi rasanya tidak mungkin AS akan mengizinkan Iran memakai satelitnya untuk meluncurkan rual ke pangkalan militer mereka di Irak. Tapi GPS bukan satu-satunya satelit. Rusia punya GLONASS yang kemampuannya setara. China punya Beidou yang belum terlalu akurat. Jadi Anda bisa menebak bagaimana Iran bisa meraih akurasi semacam itu," kata stasiun televisi Pravda.

Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas meminta Rusia berbicara dengan Iran agar mempertahankan kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) untuk program nuklir Iran.

"Rusia bertanggung jawab untuk menjaga (kesepakatan) sebagai faktor stabilitas di kawasan itu," kata Maas.

"Kami ingin Moskow membantu membujuk Iran untuk mematuhi aturan permainan selama perundingan mendatang. Rusia juga dapat memanfaatkan pengaruhnya di Suriah untuk mencegah ketegangan," Tambah Maas.

Saat ini, perairan di sekitar Iran menjadi perhatian internasional. Amerika Serikat memberikan tekanan pada Iran, seperti penekanan penjualan minyak mentah Iran dan memutus tali perdagangan Iran dengan negara-negara lain.

"Iran bisa bertahan dalam perang jenis ini dan Iran tidak sendirian," kata utusan khusus Kementerian Luar Negeri untuk negara-negara Asia termasuk Iran, Zamir Kabulov.

"Tak hanya Rusia, banyak negara lain yang bersimpati dan berempati dengan Iran," kata Zamir dalam harian bisnis Kommersant.

"Teheran tidak akan sendirian jika AS mengambil tindakan liar dan tidak bertanggung jawab terhadapnya," tambahnya.




Berita Lainnya

Pemerintah India Ancam Lockdown Diperpanjang

04/04/2020 20:05 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA