Sunday, 19 Jan 2020
Temukan Kami di :
Nasional

PARAH...! Amien Rais Provokasi Terkait Kasus Jiwasraya

Indah Pratiwi Budi - 14/01/2020 20:00

Beritacenter.COM - Belum lama ini Amien Rais membuat pernyataan yang berbau provokasi dan menyudutkan pemerintah terkait kasus korupsi di Jiwasraya.

Amien meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan warisan masalah yang lebih besar pada pemerintahan di masa yang akan datang.

Hal tersebut dikatakan terkait beberpa peristiwa belakangan ini. Menurut dia, permasalahan Jiwasraya adalah kasus besar, begitu juga dengan kasus Asabri yang perlu diselesaikan segera.

“Bagi saya, kasus Jiwasraya dan Asabri itu luar biasa. Saya mengharap supaya tahun 2024 supaya jangan sampai lebih parah lagi. Karena saya tahu merusak itu mudah, membangun itu luar biasa sulitnya,” ucap Amies pada saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) III DPW PAN Jatim di Hotel Shangri La Surabaya, Minggu (12/1/2020).

Amien menambahkan agar Jokowi tidak meninggalkan masa jabatannya dengan permasalahan-permasalahan tersebut.

“Jangan sampai Pak Jokowi meninggalkan kursi presiden dengan keadaan lebih buruk. Nanti kasihan yang akan meneruskan. Itu pikiran orang beriman. Jadi saya nggak mendoakan tapi mengharapkan lain loh ya. Ini harapan manusia. Kalau bisa 2024 nanti itu tidak terulang sehingga nanti yang akan maju lebih enak,” tutup dia.

Pernyataan Amien ini tentu tidak terbukti. Justru pemerintah berkomitmen akan bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikan kasus gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Langkah itu diambil meskipun akan membutuhkan proses yang cukup panjang.

“Intinya apa? Pemerintah Jokowi mencari solusi dan bertanggung jawab tidak melarikan diri (dari penyelesaian Jiwasraya). Proses itu berjalan satu hingga empat tahun, lalu ada skema-skema yang lain yang kita lakukan,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Tangerang, pada Minggu (1/5/2020).

Oknum Jiwasaraya Akan Ditindak

Lebih lanjut ia menegaskan, pihaknya akan melakukan penindakan terhadap oknum yang merugikan Jiwasraya. “Yang jelas ada kepastian akan ada cashflow yang bergulir karena tidak boleh setop. Yang kita setop adalah oknum-oknum yang merampok Jiwasraya,” imbuhnya.

Diungkapkan Erick Thohir, solusi yang akan ditempuh yakni mempercepat holding asuransi untuk menyehatkan perusahaan sehingga nasabah yang menjadi korban Jiwasraya akan mendapatkan kembali haknya secara bertahap.

“Langkah pertama kita membentuk holdingisasi untuk Jiwasraya. Di mana holdingisasi untuk Jiwasraya akan ada cash flow Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun sehingga nasabah-nasabah unya kepastian,” kata Erick.

Utang Jiwasraya

Diketahui saat ini Jiwasraya tengah menanggung utang hingga Rp 49,6 triliun sedangkan aset yang dimiliki per kuartal III 2019 hanya berkisar Rp25,6 triliun. Dengan begitu, masih ada kerugian yang harus ditanggung sebesar Rp13,74.

Saat ini, Erick Thohir bekerja sama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tengah memastikan nasabah Jiwasraya bakal mendapatkan haknya.

“Tentu kalau hukum bukan di wilayah saya dan Bu Sri Mulyani. Saya dan Bu Sri Mulyani memastikan nasabah dapat kepastian dari pada yang sudah seharusnya diterima,” pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA