Monday, 06 Jul 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Jadi Tersangka, 3 Driver Ojol Pengeroyok Warga di Sukabumi Sudah Ditahan Polisi

Aisyah Isyana - 14/01/2020 15:45

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan tiga orang driver ojek online (ojol) sebagai tersangka kasus pengeroyokan warga Sukabumi berinisial MFP (28). Saat ini, ketiga tersangka ditahan di sel tahanan Mapolsek Cikole Sukabumi.

Tiga pelaku berinisial D (43), BRA (32), dan BS (38), terekam kamera warga dan viral di media sosia saat melakukan aksi kekerasan terhadap korban. Kasus yang menjerat ketiga tersangka saat ini sudah masuk ke tahapan pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.

Baca juga :

"Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Untuk perkembangan, ketiga pelaku sudah kita serahkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke kejaksaan," kata Kapolsek Cikole Kompol Musimin kepada detikcom, Selasa (14/1/2020).

Ketiganya pelaku terancam dijerat Pasal 170 KUHPidana juncto Pasal 351 ayat 1 tentang Pengeroyokan dan Penganiayaan. "Ancamannya untuk Pasal 170 yang ancaman kurungan 5 tahun 7 bulan dan Pasal 351 ayat 1 ancamannya 2 tahun 8 bulan kurungan," tuturnya.

"Saat ini ketiganya ditahan di Mapolsek Cikole. Rencana mau dititipkan di sel tahanan Mapolres Sukabumi Kota," Musimin menambahkan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari respon cepat polisi menanggapi aksi kekerasa yang dilakukan tiga pria beratribut ojol. Dalam video viral berdurasi 32 detik, tiga pelaku tampak tengah menganiaya seorang pria.

"Kami menggelar penyelidikan dan mengamankan korban serta para pelakunya. Kami juga berharap kepada warganet untuk tidak menyebar konten berbau kekerasan. Ketika ada aksi kejahatan atau gangguan kamtibmas bisa langsung melapor ke polisi," tutur Musimin.

Aksi penganiayaan itu mengakibatkan korban mengalami luka memar ditubuhnya. Dalam video itu, korban tampak dipegangi para pelaku dengan posisi tertunduk dan para pelaku bergantian menganiaya korban.

"Korban luka ringan, memar, namun saat ini kondisinya sudah pulih. Upaya mediasi oleh pihak pelaku sempat dilakukan, namun proses hukum berjalan sampai penetapan tersangka," ucap Musimin.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA