Friday, 24 Jan 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Lagi -lagi Berulah, Kapal China Masih Berdatangan ke Natuna

Indah Pratiwi - 14/01/2020 08:50

Beritacenter.COM - Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menyebutkan, kapal China masih terus berdatangan ke Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia di perairan Natuna pasca-kunjungan Presiden Joko Widodo ke wilayah itu.

Alasannya, sejak awal ada perbedaan pandangan antara Indonesia dan China. Pemerintah Indonesia berpegang pada United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 yang menyatakan wilayah itu adalah bagian dari ZEE Indonesia.

Akan tetapi di pihak lain, China berpegang pada Nine-Dash Line atau sembilan garis putus-putus yang diklaim oleh sebagai batas teritorialnya.

"Jadi soal klaim-klaim dan lain-lain, sepanjang Indonesia dan China tidak pernah satu ukuran untuk melihat klaim itu, tidak akan bertemu. Dan itu wajar saja," kata Jaleswari di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Dia juga meyakini, kejadian kapal China yang masuk ZEE di Natuna akan terus berulang. Namun, menurut Jaleswari, yang terpenting kehadiran Presiden memberi pesan yang jelas bahwa kedaulatan Indonesia di Natuna tak bisa ditawar dan harga mati.

"Natuna adalah bagian dari Indonesia yang sudah ditegaskan presiden. Perkara tadi dibilang kapal China yang masuk, dan lain-lain, saya rasa kejadian itu selalu berulang setiap tahun, tiap saat. Karena kita ada perbedaan klaim itu," ujar dia.

Saat ini Indonesia hanya dapat mengamankan wilayah ZEE Natuna serta melindungi nelayan yang ada disana.

"Dan bagaimana penguasaan efektif dilakukan dengan kehadiran negara terus menerus di Natuna baik soal kesejahteraan dan keamanan," ujarnya

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memprotes teradap China soal pelanggaran perbatasan di perairan Natuna yang tampaknya tidak dihiraukan oleh kapal ikan asing (KIA).




Berita Lainnya

Membongkar Borok OJK "GAGAL" Awasi JIWASRAYA

23/01/2020 21:05 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA