Monday, 17 Feb 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Hassan Rouhani Ucapkan Bela Sungkawa Via Sambungan Telpon Atas Kejadian Nahas Pesawat Ukraina di Bandara Teheran

Diketahui juga jika pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Kepresidenan Iran tersebut, menyebutkan bahwa Rouhani berbicara kepada Stefan Lofven dari Swedia. Dia menyinggung soal upaya melanjutkan penyelidikan kecelakaan pesawat Ukraina sampai tuntas.

Sari Intan Putri - 13/01/2020 13:03

Beritacenter.COM - Hassan Rouhani selaku Presiden Iran telah melakukan pembicaraan melalui telpon dengan Perdana Menteri Swedia. Dalam percakapan tersebut, Presiden Iran mengucapkan bela sungkawa panjang atas kejadian yang menimpa beberapa warga Swedia dalam kecelakaan maut pesawat Swedia di Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran, Rabu (08/01/2020) lalu.

Diketahui juga jika pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Kepresidenan Iran tersebut, menyebutkan bahwa Rouhani berbicara kepada Stefan Lofven dari Swedia. Dia menyinggung soal upaya melanjutkan penyelidikan kecelakaan pesawat Ukraina sampai tuntas.

"Republik Islam Iran akan melanjutkan penyelidikannya sampai hasil akhirnya tercapai dan itu akan dengan jelas menginformasikan opini publik tentang hasilnya," kata Rouhani.

Selain itu, pada Sabtu lalu, Iran mengakui bahwa pihaknya secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat penumpang milik Ukraine International Airlines pada 8 Januari. Rouhani menyalahkan kehadiran militer AS untuk ketegangan di wilayah tersebut.

"Kehadiran militer AS di kawasan itu dan pembunuhan Jenderal Soleimani telah menyebabkan ketegangan dan membuat marah negara-negara. Kita semua harus bergandengan tangan dan memulihkan keamanan di wilayah ini dan memungkinkan perdamaian terjadi di wilayah ini," tambahnya.

Rouhani juga menekankan masalah di kawasan itu harus diselesaikan hanya oleh negara-negara regional melalui cara-cara politik dan dialog. Rouhani menegaskan kedaulatan negara harus dihormati.

Terkait serangan terhadap pangkalan udara Ain al-Assad, Rouhani mengatakan itu sepenuhnya sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB untuk pertahanan sah Iran. Ketegangan pun melonjak di kawasan itu setelah AS membunuh Qasem Soleimani, seorang jenderal top Iran.

Soleimani tewas dalam serangan udara drone di luar bandara Baghdad awal bulan ini. Iran membalas dengan menembakkan selusin rudal balistik ke pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA