Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
News

China Tambah 2 Kapal Coast Guard ke Natuna, Dimana Sikap Prabowo Yang Lebih TNI Dari TNI?

Anas Baidowi - 07/01/2020 15:28 Kapal Coast Guard di perairan Natuna Utara.

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai lunak dalam insiden kapal China yang wara-wiri di Perairan Natuna. Prabowo dengan tegas mengatakan pemerintah akan menempuh jalan yang baik karena China adalah negara sahabat.

"Saya rasa ada solusi baik. Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimanapun China negara sahabat," kata Prabowo usai rapat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Sikap dan ucapan Ketua Partai Gerindra tersebut sangat beda dengan sikap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Retno telah memanggil Dubes China di Jakarta untuk memberikan nota protes terhadap klaim Natuna.

Selain itu, sikap Prabowo juga bertolak belakang dengan kegarangannya saat Pilpres 2019. Saat Debat Capres soal pertahanan Prabowo berkali-kali menyebut militer Indonesia tak dikelola dengan baik oleh pemerintah Joko Widodo (Jokowi). Bahkan saat itu, Prabowo sangat lantang menyatakan jika dirinya lebih TNI dari banyak TNI.

Menurutnya, kekuatan militer Indonesia rapuh, sehingga Indonesia sering direndahkan oleh negara lain dalam persoalan internasional.

"Prabowo melunak karena sadar kemampuan militer Indonesia tak sebanding dengan China," kata pengamat intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta.

Sementara itu, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman mengatakan, China tengan mengirim dua kapal Coast Guard ke Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau untuk penambah kekuatan.

"Sepertinya ada perkuatan. Nah apakah perkuatan ini memang memperkuat atau mengganti yang ada, nanati kami akan lihat perkembangannya," kata Achmad di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Bakamla kata Achmad, telah mendeteksi dua kapal Coast Guard China bergerak dari Nasha, China menuju perairan Natuna Utara. Selain itu pihaknya melihat ada satu kapal logistik China dalam kondisi siaga.

Terkait dengan hal itu, Achmad mengklaim Bakamla bakal mengambil sikap untuk merespons langkah China tersebut. Meski enggan secara spesifik membeberkan strategi yang bakal diambil, yang jelas Bakamla saat ini juga tengah mengirim dua kapal dari Batam untuk menambah armada yang berpatroli di perairan Natuna Utara.

"Kami imbangi strateginya mereka. Rahasia (untuk unit kapal yang dikerahkan). Yang jelas kami kirim dua kapal Bakamla dari Batam," ujar Achmad.




Berita Lainnya

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Utara

12/05/2021 23:30 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA