Saturday, 11 Apr 2020
Temukan Kami di :
News

BMKG Prediksikan Hujan Ekstrem Akan Terjadi dari 5-15 Januari Mendatang

Aisyah Isyana - 03/01/2020 16:57

Beritacenter.COM - Cuaca hujan ekstrem diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan turun di berbagai wilayah di indonesia dari tanggal 5 hingga 15 Januari 2019. BMKG mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri.

Dikatakan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Indonesia akan dilewati udara basah yang bertiup dari Samudera Hindia 5 Januari mendatang. Adapun udara basah itu diperkirakan akan masuk melalui Sumatera Barat.

Baca juga :

"Tanggal 5 diperkirakan akan masuk pengaruh dari Samudera Hindia yang bertiup dari Timur Afrika, berarakan aliran udara basah di sepanjang equator diprakirakan, masuk melalui Sumatera Barat, pantai Barat Sumatera, menuju tujuannya Samudara Pasifik," kata Dwikorita saat sambutan di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).

Saat udara basah memasuki Indonesia, jelasnya, intensitas hujan lantas akan bertambah di beberapa wilayah yang di lewati yakni, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa, Jambi, Bangka Belitung, hingga Lampung. Oleh karenanya, hujan intensitas ekstrem diperkirakan bakal terjadi mulai 5-10 Januari mendatang.

"Mohon diperhatikan prakiraannya, tanggal tersebut 5-10 intensitas hujan meningkat lagi. Biasanya terjadi hujan meningkat pada malam hari sampai dini hari," ucapnya.

Dwikorita melanjutkan, udara basah kemudian akan masuk dari wilayah Kalimantan pada 11 Januari 2020. Peningkatan intensitas hujan akan terdampak dibeberapa wilayah.

"Setelah tanggal 11-15 diprakirakan pergerakannya masuk Kalimantan Barat, ke Timur , Kalimantan Selatan , Kalimantan Timur, akhirnya mampir di Sulawesi Selatan, dan di Sulawesi Tenggara. Nah ini berjalan terus 11-15, intensitas tinggi di zona-zona tersebut. Sehingga mohon disiapkan, ini bukan perkiraan tapi prakiraan," ujar Dwikorita.

Dia menambahkan, intensitas hujan akan kembali berangsur normal setelah tanggal 15 Januari. Dia juga berharap prakiraan BMKG ini salah sehingga hujan intensitas ekstrim tidak terjadi.

"Semoga saja prakiraan 15 mulai luluh dan menuju ke Samudra Pasifik, nah itu jadi penutup, semoga TMC sangat membantu setelah ada prakiraan TMC berhasil, prakiraan kami salah," sebut Dwikorita.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA