Saturday, 11 Apr 2020
Temukan Kami di :
News

Menolak Lupa! Apakabar Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Novel di Bengkulu?

Aisyah Isyana - 28/12/2019 06:58

Beritacenter.COM - Polri telah berhasil menuntaskan kasus penyerangan air keras terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan. Jika mengingat kasus penyerangan terhadap Novel, publik seharusnya juga tak lupa dengan kasus penganiayaan yang dilakukan Novel terhadap pencuri sarang bulung walet di Bengkulu.

Dengan terungkapnya kasus penyiraman air keras Novel, seharusnya Jaksa Agung juga dapat mengambil sikap untuk melanjutkan kembali kasus penganiayaan yang dilakukan Novel.

Untuk diketahui, kasus penganiayaan dan dugaan pembunuhan itu dilakukan Novel saat masih menjadi penyidik di Polda Bengkulu. Novel memimpin penangkapan terhadap sejumlah tersangka yang diduga sebagai pencuri sarang burung walet.

Diduga kuat para pelaku yang tidak mau mengakui perbuatannya tersebut, menganiaya korban hingga ditembak. Akibatnya satu tersangka meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami cacat permanen.

Hingga akhirnya, keluarga korban yang merasa dizalimi meminta keadilan atas peristiwa yang dianggap tidak memiliki rasa kemanusiaan itu.

Tragisnya lagi, Novel seperti begitu digdaya, super power dan kebal hukum hingga saat ini tak tersentuh.

Pengacara senior Otto Cornelis (OC) Kaligis belum lama ini melayangkan gugatan kepada Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu. Gugatan perdata ini berkaitan dengan keinginan OC Kaligis membuka kembali kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet, yang pernah menjerat Novel Baswedan.

OC Kaligis mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (6/11/2019). Nomor registrasi gugatan yakni 958/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL dengan klasifikasi perkara wanprestasi

"Memerintahkan para tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu," tulis salah satu petitum yang dilansir dari website http//sipp.pn-jakartaselatan.go.id.

OC Kaligis menggugat Kejaksaan Agung dan Jaksa pada Pengadilan Negeri Bengukulu agar kasus penganiayaan yang dilakukan Novel kembali dilanjutkan. Menurutnya, kasus itu harus dilanjutkan agar tak terkesan jika Novel seolah-olah kebal hukum.

"Cuma mau kasih tau ke publik, giliran Novel membunuh orang perkaranya dipetieskan. Giliran dia (disiram air keras), dia setengah mati berjuang bahkan mengatakan pemerintah tidak becus," kata Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

OC Kaligis menyebut dirinya punya bukti kuat agar kasus itu dilanjutkan, yakni surat putusan praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu untuk melanjutkan kasus sarang burung walet.

"Putusan hakim praperadilan memerintahkan jaksa untuk melimpahkan perkara itu ke pengadilan, eh gak dilakukan oleh Jaksa Agung M Prasetyo, ada apa itu?" ujar Kaligis.

sementara itu, IPW mengajak semua pihak agar sama-sama membuka mata hingga mengetahui fakta sebenarnya jika Novel Baswedan merupakah salah satu penyidik yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.

"Kita sama-sama mengetahui jika Novel  yang bertanggung jawab atas peristiwa penganiayaan itu," kata Netas S Pane.

Bahkan, Presiden Joko Widodo juga sudah mendeponering kasus tersebut. Namun, keluarga korban memenangkan prapradilan atas deponering Presiden Joko Widodo.

"Ya, keluraga korban memenangkan prapradilan atas deponering Presiden Joko Widodo. Namun ironisnya, Jaksa Agung tak kunjung melimpahkan kasus itu ke pengadilan," ucap Neta.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA