Tuesday, 07 Jul 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Bareskrim Bongkar Sindikat Sabu Jaringan Malaysia - Indonesia, 4 Orang Ditangkap

Dewi Sari - 26/12/2019 16:45

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri berhasil membongkar sindkat narkotika jenis sabu yang merupakan jaringan Malaysia - Indonesia. Lima orang diamankan polisi, satu diantaranya ditembak mati petugas lantaran melawan saat ditangkap.

"Tersangka atas nama KH alias Belek bin Nata, HW alias Adi alias Gendut, RD bin Marsyahidan Daulay, Suryani Sahmad dan A alias Har bin Abdul Rahman," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019).

Argo mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan hasil pengintaian yang dilakukan polisi selama tiga bulan oleh Bareskrim Polri. Pada Selasa, 17 Desember kemarin, akhirnya tim menyergap tersangka KH (31).

"Penangkapan pertama di Jalan Marina Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Di TKP tersebut tim menyita 6,624 kg sabu," ujar Argo.

Argo menuturkan dari pengakuan KH barang haram itu didapat dari tersangka HW yang tinggal di Jalan Peternakan, Cengkareng, Jakarta Barat. Di rumah tersangka HW, polisi menemukan 16,693 kg sabu.

"Kemudian tersangka (KH) ini memberi keterangan lagi soal yang menyerahkan sabunya ke dia, akhirnya tim menemukan orang yang dimaksud itu tersangka berinisial RD alias Marsyahidan Daulay," ucap Argo.

Tersangka RD ditangkap di Jalan Pluit Karang Karya, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. RD lalu bersuara soal adanya tersangka lain berinisial A yang bersama-sama dengannya membawa barang tersebut dari daerah Riau.

"Mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana berinisial F. Tersangka RD juga mengatakan ada paket yang dia sudah serahkan kepada seorang perempuan dan akan dibawa ke Makassar (Sulawesi Selatan)," jelas Argo.

Argo melanjutkan dari keterangan RD, polisi mengamankan seorang wanita berinisal SS. Perempuan itu ditangkap di rest area KM 102 Tol Cipali, Purwakarta, Jawa Barat.

"Dari tersangka (SS), kami sita sabu 1 kilo dan ekstasi 1.000 butir," sebut Argo.

Setelah menangkap SS, polisi lalu bergerak menuju tersangka A yang berdasarkan pelacakan berada di Jalan Nagrog, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Usai menangkap A dan hendak mengembangkan jaringan ini, tersangka HW mencoba merampas senjata api aparat hingga akhirnya ditembak mati.

"Tersangka (HW) ini residivis (kasus narkoba). Baru 4 bulan lalu keluar (dari penjara). Saat ini tim masih mengembangkan jaringan ini dengan menetapkan dua DPO yaitu F dan L," terang Argo.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 24 kilogram sabu dan 1.000 butir ekstasi berhasil disita aparat Bareskrim dari sindikat ini. Para tersangka dijerat dengan pasal primer yaitu Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana seumur hidup.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA