Wednesday, 21 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Karyawan DAMRI Surati Presiden, Menhub & Menteri BUMN "Tentang Kinerja Perusahaannya Yang Makin Terpuruk"

Indah Pratiwi Budi - 25/12/2019 15:10

Beritacenter.COM - Sebelumnya Karyawan DAMRI sudah berkeluh kesah dengan mengirimkan surat terbuka untuk Menteri BUMN, Erick Thohir, Tapi sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan dari sang Menteri.

Tidak putus asa karyawan DAMRI juga kembali menyuruti Presiden Joko Widodo, Menteri Perhubungan Dan Menteri BUMN, mengenai kinerja perusahaan yang semakin terpuruk.

Inilah isi surat dari karyawan DAMRI UNTUK PAK PRESIDEN :

Surat Kinerja Perusahaan

Salam sejahtera kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Perhubungan dan Bapak Menteri BUMN. Kami dari barisan karyawan Damri dari Aceh sampai Merauke ingin berbagi cerita terkait kondisi Perusahaan yang Kami Cintai ini. Karna Kami bisa melanjutkan hidup dari ketergantungan Kami bekerja di Damri.

Sedikit Kami ceritakan perihal berbagai masalah yg ada di Perusahaan Kami saat ini. Setelah tampuk kepemimpinan di pegang jajaran direksi saat ini perubahan besar terjadi dalam tubuh Damri. Namun perubahan yang dimaksud adalah semakin terpuruknya kinerja perusahaan, semua itu bisa dilihat dan dibandingnan pada anual report Damri tahun 2016-2017-2018-Proses 2019. Dalam laporan tersebut terdapat beberapa kebijakan baru terkait penyusutan Perusahaan mulai tahun 2018. Jika tidak terdapat kebijakan penyusutan maka tidak ada laba yang sebenarnya.

Baca Juga : Surat Terbuka Karyawan Damri Untuk Menteri BUMN, Terkait Bagi-Bagi Jabatan Di Damri...

Pada beberapa tahun lalu banyak wartawa yang diundang untuk mendengarkan keberhasilan bohong jajaran direksi. Disampaikan kinerja tahun 2018 terdapat kenaikan laba 300% dari tahun sebelumnya yaitu laba tahun 2017 berjumlah 7 M.
Kinerja di tahun 2018 laba berjumlah 21 M, sedangkan tahun 2019 tercatat laba sampai dengan bulan November adalah 37 M.

Namun kenyataan dari semua itu laba di kinerja tahun 2018 yang diklaim naik 300% adalah dikeluarkanya surat keputusan direksi yang mengatur kebijakan dalam penyusutan, jadi realisasinya tidak ada laba di tahun 2018. Sedangkan untuk kinerja tahun 2019 sampai dengan bulan November diklaim laba sebesar 37 M, namun kenyataanya pendapatan yang dimaksud diporoleh dari penjualan aset Damri di Provinsi Papua.

Hal-hal seperti itulah yang terjadi sesungguhnya di Damri. Dari penghargaan-penghargaan yang didapat sangat bertolak belakang dengan apa yang dijalani dan terjadi di dalam tubuh Perusahaan.

Jika kondisi yang sedemikian rupa tidak cepat dirubah oleh Bapak Presiden maupun Bapak Menteri, bisa mengakibatkan perusahaan transportasi darat berplat merah ini akan tutup usia.

Salam Perubahan Karyawan DAMRI




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA