Wednesday, 27 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

Tak Jelas Sebabnya, Pedagang Kopi Diberondong Tembakan Pria Bermasker di GT Padalarang

Aisyah Isyana - 22/12/2019 12:21

Beritacenter.COM - Pedagang kopi asongan bernama Agus Sumpena (50) menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), di depan Gerbang Tol (GT) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (20/12/2019) dini hari.

"Kejadiannya sekitar jam 04.00 WIB, saat itu saya berdagang kopi dengan teman-teman pedagang lainnya," ungkap Agus kepada wartawan di GT Padalarang, seperti dilansir detik, Minggu (22/12/2019).

Agus mengatakan, kala itu ada sebuah mobil Avanza berwarna putih yang terparkir kurang lebih 10 meter dari jongko yang dijaganya dari arah Padalang. Tak beberapa lama, tiga orang bermasker turun sembari menenteng benda seperti senjata api.

Baca juga : 

"Tanpa basa basi, pipi sebelah kiri saya ditembak. Saya menoleh, kemudian saya diberondong lagi. Saya mencoba menahan dengan menyilangkan lengan, teman-teman saya juga syok," ujarnya.

Aksi penembakan itu mengakibatkan Agus terluka dibagian dahi, pipi dan lengan sebelah kiri. Diduga jadi korban tembakan salah sasaran, berondongan tembakan terhadap Agus terhenti usai seseorang dari tiga pelaku menghentikan rekannya. Ketiganya lantas dengan santainya kembali masuk ke dalam mobil mereka.

"Mereka langsung melarikan diri ke arah GT Padalarang. Saya dan rekan hanya bisa diam karena bingung dan tegang," katanya.

Setelah mendapat berondongan tembakan diduga berjenis airgun itu, Agus dibawa rekannya untuk mendapat perawatan di RS Cahya Kawaluyaan Padalarang. Agus kemudian dirujuk ke RS Cibabat untuk mengeluarkan proyektil dari peluru senjata didiuga airgun tersebut.

"Setelah kejadian saya rontgen di RS Cahya Kawaluyaan Padalarang, lalu dilihat ada proyektil yang bersarang di dahi dan rahang saya," ujarnya.

Agus sempat mencoba menangkis kurang lebih 10 tembakan yang diberondongkan kepadanya dengan tangannya. "Ada tiga yang mengenai lengan saya, tapi tidak bersarang karena saya memakai jaket jeans dan lengan panjang. Hanya bolong saja dan pelurunya berjatuhan," kata Agus.

Meski sempat dirawat di RS Cibabat, Agus mengaku memilih pulang lantaran keterbatasan biaya. "Saya sempat dirawat, tapi pulang karena tak ada biaya," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA