Wednesday, 27 May 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris di Papua, Polri : Tak Ada Indikasi Aksi Teror

Baharuddin Kamal - 19/12/2019 15:41

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan delapan pelaku terduga teroris di Jayapura, Papua. Saat ditangkap, polisi tidak menemukan indikasi akan adanya teror di wilayah itu, mereka hanya berusaha melarikan diri lantaran terdesak oleh aparat keamanan.

"Tidak ada indikasi ditemukan bahwa mereka akan melakukan (aksi-red) di Papua. Tidak ada sama sekali. Dari hasil interogasi kepada para pelaku teroris ini atau pelaku teror, mereka mengatakan Papua merupakan daerah yang mereka katakan sebagai perluasan perjuangan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Dari keterangan pelaku, lanjut Asep, Papua merupakan daerah perluasan perjuangan. Ia mencontohkan kasus penangkapan teroris di Lampung dan melarikan diri ke Papua.

"Seperti contoh beberapa waktu lalu ada kejadian penegakan hukum di Lampung mereka lari ke Papua. Setelah ke Papua mereka melakukan aksinya di Bekasi," tuturnya.

Asep menjelaskan, penangkapan terhadap delapan terduga teroris itu lantaran telah melakukan kegiatan yang mengarah pada aksi teror. Operasi penangkapan pun dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Dalam koridor hukum mereka sudah dikatakan sebagai kegiatan-kegiatan permulaan, kemudian dilakukan penangkapan," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap delapan terduga teroris di Jayapura, Papua.

"Kita mendapatkan informasi bahwa adanya 8 terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 di Kabupaten Jayapura, Papua," ucap Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Desember 2019.

Asep mengatakan, kedelapan terduga teroris itu ditangkap diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jaringan Lampung dan Medan. Dari penangkapan tersebut, Densus 88 menyita alat komunikasi berisi percakapan para terduga teroris.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA