Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Opini

Makhluk Primitif yang Tersesat di Zaman Modern

Indah Pratiwi Budi - 14/12/2019 15:17

FOKUS : Persekusi

Zaman dahulu, ketika masyarakat masih sangat primitif, kekuatan fisik adalah hal paling utama untuk bertahan hidup. Siapa yang kuat, dia yang menang. Siapa yang lemah seumur hidup akan tertindas. Hukum yang berlaku adalah hukum rimba. Yang kuat yang berkuasa. Ini adalah tradisi makhluk primitif dan barbar yang belum tersentuh peradaban modern.

Di zaman modern ini, ketika peradaban semakin maju, ketika sudah ada sistem hukum yang mengatur kehidupan manusia, maka hukum rimba tidak berlaku lagi. Yang kuat secara fisik tidak lagi bisa sewenang-wenang kepada yang lemah. Hukum memberikan perlindungan kepada yang lemah, dari kesewenang-wenangan yang kuat. Saat ini tidak ada lagi istilah kuat-lemah, melainkan benar-salah. Siapa yang bersalah, maka hukum akan menindaknya.

Nyaris sudah seluruh negara di dunia memiliki sistem hukum yang berlaku, lengkap dengan penegak dan perangkatnya. Seluruh warga negara harus tunduk kepada hukum. Selain karena tidak ada yang bisa melawan hukum, ini juga ciri masyarakat modern. Salah satu masyarakat modern adalah kooperatif dengan hukum. Jadi siapapun yang tidak kooperatif, hanya tubuhnya saja yang hidup di zaman modern, namun pola pikirnya masih sangat primitif.

Mungkin hanya di suku pedalaman yang hidup di tengah hutan belantara, yang belum tersentuh peradaban modern yang masih memakai hukum rimba. Siapa yang kuat, dia yang menguasai suku pedalaman. Pemimpin suku dipilih hanya berdasarkan kekuatan fisik.

Sebagai makhluk sosial, mau tidak mau manusia harus hidup berdampingan satu sama lain membentuk sebuah masyarakat. Terkadang, muncul gesekan di antara anggota masyarakat yang kemudian menjadi persoalan serius. Hukum hadir untuk menyelesaikan persoalan itu.

Bagi siapapun yang merasa telah didzalimi, disakiti, ditipu, dicemarkan nama baiknya, silahkan bisa melapor ke yang berwajib. Ini langkah yang elegan, dan sekaligus merupakan ciri masyarakat modern. Jika kemudian menggunakan cara lain untuk membalas, misalnya dengan persekusi, kekerasan fisik, ancaman, maka mohon maaf jika saya menyebut model orang seperti ini sebagai makhluk primitif yang tersesat di zaman modern. Pola pikirnya masih primitif, tapi tubuhnya ada di zaman modern.

Jika memang merasa Banser NU telah melakukan kezaliman, jika tak senang dengan aksi-aksi Banser dan mengancam eksistensi kalian, silahkan laporkan banser ke polisi. Namun jika kalian malah menghadang anggota banser, lalu mengancam dan melakukan persekusi, maka lebih baik kalian kembali ke zaman dulu yang masih sangat primitif, yang masih menerima ulah kalian. Ulah kalian mempesekusi banser NU menunjukkan kalau kalian adalah makhluk primitif yang tersesat di zaman modern, yang seolah-olah tak tersentuh peradaban.

 

(Sumber: Facebook Saefudin Achmad)




Berita Lainnya

Mentertawakan Perdebatan Di Medsos

04/12/2020 12:32 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA