Thursday, 29 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Polrestabes Surabaya Bongkar Jaringan Jutaan Pil Koplo Senilai Rp3,4 Miliar

Aisyah Isyana - 13/12/2019 19:41

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membekuk enam tersangka jaringan pengedar pil koplo di Jawa Timur. Dari penangkapan terhadap para pelaku, polisi menyita 3,4 juta butir pil koplo yang diperkirakan senilai Rp3,4 miliar.

"Saat ini kami juga amankan enam pelaku dan satu DPO yang masih buron yang merupakan jaringan pil koplo di Jawa Timur. Kami sinyalir masih banyak yang lainnya dan akan kami ungkap dan kejar," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho kepada wartawan saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (13/12/2019).

Baca juga : 

Keenam pelaku yang ditangkap yakni, Erid Amaludin (40) warga Jambangan, Roby wijaya (41) warga Sidotopo Wetan, Suyono (51) warga Lebak, Kenjeran, Surabaya, Agus Edi Suprayitno (38), Suherman (42) dan Sambang Hermanto (47) yang tercatat sebagai warga Mojokerto.

Penangkapan terhadap keenam pelaku dilakukan polisi berkat adanya informasi masyarakat terkait adanya peredaran pil koplo dikalangan pelajar, pada 5 Desember lalu. Usai menangkap dan mengintrogasi salah satu pelaku, polisi melakukan pengembangan yang diarahkan ke sebuah gudang ekspedisi di Surabaya.

"Kemudian kita lakukan penyelidikan lagi dan tangkap pelaku dengan inisial ER yang diduga sebagai pemilik dan dikembangkan dan alhamdulillah ditemukan barang bukti 19 koli atau 19 karung yang diperkirakan 1.900 butir pil double L dan 15 koli yang diduga berisi pil dextro sebanyak 1,5 juta butir dextro," imbuhnya.

Kepada polis, para tersangka mengaku jika jaringan pil koplo ini telah mereka jalankan sekitar satu tahun lamanya. Saat ini, polisi masih terus memburu jaringan lainnya dan melacak soal kemungkinan ada atau tidaknya pabrik lainnya.

"Dari informasi yang kami dapatkan baru berjalan selama satu tahun. Namun ini masih kita dalami sehingga kita tahu ini sebenarnya sudah berapa lama dan peredarannya sudah ke mana saja," lanjut alumnus Akpol 1995 itu.

"Mereka juga tidak menyebutkan punya pabrik di mana. Tapi ini merupakan satu rangkaian yang saat ini masih kita kejar," tegasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 196 Jo, Pasal 98 ayat (2) Sub Pasal 196 ayat (1) Undang-undang RI nomor 36 tajun 2009 tentang kesehatan. Mereka terancam hukuman pidana 10 sampai 15 tahun.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA