Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

PBNU Sebut Pelaku yang Sebut Anggota Banser 'Kafir' Korban Dai Provokatif

Saya lebih melihatnya si pelaku persekusi ini adalah korban dari ajaran-ajaran yang disampaikan dai-dai yang menurut saya dalam pengajaran atau pengajiannya itu cenderung provokatif

Aisyah Isyana - 12/12/2019 20:20

Beritacenter.COM - PBNU angkat suara soal anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) yang dicap kafir oleh seorang pria di Jakarta Selatan. PBNU menyebut pelaku sebagai korban dari dai yang pengajiannya cenderung provokatif.

"Saya lebih melihatnya si pelaku persekusi ini adalah korban dari ajaran-ajaran yang disampaikan dai-dai yang menurut saya dalam pengajaran atau pengajiannya itu cenderung provokatif," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca juga : PBNU Siapkan Beasiswa untuk Anggota Banser Korban Persekusi di Jaksel

Menurutnya, bentuk-bentuk cacian serta makian ini juga mudah sekali ditemukan di media sosial. Parahnya, kata-kata yang tak pantas dikeluarkan itu tak hanya berupa cacian serta makian, namun juga seruan membunuh.

"Kalau kita lihat itukan di sosial media itukan gampang sekali kan orang mengatakan kafir, bunuh, sesat, sirik, bid'ah, dan seterusnya. Gampang sekali orang untuk mengeluarkan kalimat-kalimat itu," sambungnya.

Untuk itu, Helmy berharap agar ujaran provokatif seperti ini dapat ditanggapi lebih bikak. Dia menyubut pelaku sebagai korban dari keberagaman yang keliru.

"Padahal ini harus teliti betul. Meski pun benar juga tidak seharusnya disampaikan. Jadi saya melebih melihatnya ini korban dari cara keberagamaan yang keliru," ucap Helmy.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA