Sunday, 12 Jul 2020
Temukan Kami di :
Ekonomi

Sepeda Brompton Diwajibkan untuk Lapor SPT Pajak?

Diketahui juga jika Hestu Yoga selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak mengungkapkan jika harta yang sehari-hari digunakan wajib pajak juga seharusnya dilaporkan dalam SPT seperti smartphone dan laptop.

Sari Intan Putri - 10/12/2019 16:13

Beritacenter.COM - Direktorat Jenderal Pajak menyebutkan jika seluruh aset atau harta dari penghasilan harus dilaporkan salam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Memang sepertinya wajar saja, tapi ada yang menjadi sorotan publik saat ini yakni motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Diketahui juga jika Hestu Yoga selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak mengungkapkan jika harta yang sehari-hari digunakan wajib pajak juga seharusnya dilaporkan dalam SPT seperti smartphone dan laptop.

“Keseluruhan harta, termasuk yang dibeli dari penghasilan yang telah dibayar pajaknya, wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan,” ujar Hestu.

Jika otoritas mengetahui ada harta yang tak dilaporkan dalam SPT, maka wajib pajak tersebut akan dikenakan sanksi.

“Kalau ketahuan ya ada sanksinya, denda,” jelas Hestu.

Aturan denda tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Tertentu Berupa Harta Bersih yang Diperlakukan atau Dianggap sebagai Penghasilan.

Aturan tersebut merupakan tindak lanjut dari program amnesti pajak yang dilakukan pemerintah pada 1 Juli 2016-31 Maret 2017.




Berita Lainnya

Dampak Covid-19, Harga Emas Makin Mahal

15/06/2020 11:03 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA