Friday, 28 Feb 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

FMPP Apresiasi Langkah Cepat Polres Malang Tangkap Oknum Guru Cabul

Aisyah Isyana - 08/12/2019 08:40

Beritacenter.COM - Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) mengapresiasi langkah cepat personel Polres Malang meringkus pelaku pencabulan 18 siswa SMP di Kepanjen, Kabupaten Malang. Mereka berharap pelaku berinisial CH (38) mendapat hukuman seberat-beratnya.

"Kami mengapresiasi gerak cepat Polres Malang dalam menangani kasus pencabulan itu, dan mewakili para orangtua korban, tak lupa kami ucapkan terima kasih berterima kasih kepada Bapak Kapolres Malang dan tim dari Satreskrim yang belum genap seminggu, dapat menangkap pelaku," ujar Ketua Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Asep Suriaman kepada detikcom, Minggu (8/12/2019).

Baca juga : Mobil Rombongan Waketum NasDem Kecelakaan di Trans Kalimantan, 1 Sopir Terluka

Sementara terkait pemulihan psikis para korban, Asep berharap adanya sinergi antara tim reaksi cepat (TRC) Perlindungan Anak Indonesia bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang guna melakukan program trauma healing secara berkelanjutan.

"Tentunya perlu dilakukan trauma healing terhadap para korban secara berkelanjutan terhadap korban yang masih di bawah umur. Karena mereka tentu mengalami traumatik atas perbuatan pelaku," kata Asep yang juga Sekretaris TRC Perlindungan Anak Indonesia Kabupaten Malang ini.

Langkah cepat jajaran Polres Malang dalam mengungkap kasus ini juga mendapat banyak apresiasi warganet dunia maya dan berbagai pesan bertai atau broadcast. Terlebih, kasus itu mendapat kecaman masyarakat serta orangtua wali siswa. Mereka berharap, CH yang tega mencabuli murid-muridnya dapat mendapat hukuman seberat-beratnya.

Untuk diketahui, oknum guru di Kepanjen, Kabupaten Malang, CH (38), diitangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap belasan siswanya. Parahnya, aksi bejad itu dilakukan pelaku di ruang Bimbingan Konseling (BK).

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, CH terancam hukuman 20 tahun penjara. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 82 jounto Pasal 76 Huruf e Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara serta pemalsuan ijazah yang dilakukan tersangka.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA