Wednesday, 22 Jan 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Santriwatinya Dicabuli, Aktivis Perempuan Minta Polisi Tangkap Pelaku

Indah Pratiwi - 06/12/2019 21:04 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Para aktivis yang tergabung dalam Aktivis Woman Crisis Centre (WCC) Jombang meminta aparat kepolisian menahan MSA (39) pengurus pondok pesantren yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap santriwatinya.

"Karenanya kami mendesak aparat kepolisian (Polres Jombang) untuk segera menahan yang bersangkutan," ujar Palupi Pusporini, aktivis WCC Jombang kepada Sindonews.com Jumat (6/12/2019).

Kejadian ini berawal pada Oktober 2019 lalu. Dengan didampingi WCC, korban melaporkan apa yang ia alami ke kepolisian. Dalam proses hukum yang berjalan sedikitnya lima orang saksi telah diperiksa untuk dimintai keterangan.

Korban diketahui berinsial MK (22) yang merupakan warga Jawa Tengah. Ia menjadi santriwati pondok tersebut sejak masih berusia setingkat SMP.

Kasus pencabulan itu terjadi saat korban melamar menjadi karyawan klinik rumah sehat ponpes. Praktik asusila berlangsung saat proses interview (calon karyawan) dimana terlapor MSA pimpinannya.

Pencabulan ini terlihat jelas dimana saksi dan alat bukti begitu lengkap. Dengan SPDP yang menyebut terlapor sebagai tersangka, ia berharap polisi segera melakukan upaya paksa.

"Kita berharap kasus ini segera P21," ungkapnya.

Para aktivis perempuan di Jombang meminta penegak hukum tidak ragu menegakkan keadilan.

Diketahui ponpes memiliki ribuan santri serta mengelola lembaga pendidikan dimana terlapor MSA juga menjabat sebagai rektor, ponpes juga mempunyai beragam bisnis. Kita optimis aparat penegak hukum berani menegakkan hukum seadil adilnya," tegas Palupi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA