Sunday, 09 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Sayangkan Ceramah Jafar Hina Ma'ruf, PKS: Dakwah Mesti Mengajak, Bukan Mengutuk!

Dakwah mesti mengajak, bukan mengutuk. Menyatukan bukan memecah. Menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, Kiai Ma'ruf orang tua kita, berjuang sejak muda

Aisyah Isyana - 06/12/2019 09:18

Beritacenter.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara soal ceramah 'Habib' Jafar Shodiq yang menghina Wapres Ma'ruf Amin. Ditangkap polisi terkait ceramahnya, PKS mengimbau Jafar untuk segera meminta maaf.

"Dakwah mesti mengajak, bukan mengutuk. Menyatukan bukan memecah," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) malam.

Mardani mengatakan, sudah seharusnya Jafar menghormati Ma'ruf yang merupakan orangtua para ulama muda. "Menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, Kiai Ma'ruf orang tua kita, berjuang sejak muda," Mardani mengingatkan.

Baca juga : Apresiasi Langkah Polri Tangkap Habib Jafar, PBNU: Ceramah Tak Boleh Tebar Kebencian

Untuk itu, Mardani menyarankan agar Jafar Shodiq untuk segera meminta maaf. Menurutnya, saling memaafkan merupakan akhlak seorang Muslim.

"Minta maaf lebih baik. Habib Jafar meminta maaf dan Kiai Ma'ruf memaafkan. Ini contoh akhlaq Islam," tandas dia.

Sebelumnya, beredar video ceramah Jafar Shodiq di media sosial. Dalam ceramahnya, Jafar awalnya berbicara mengenai sebuah riwayat pada zaman Nabi Musa. Kala itu, Jafar menyebut ada seseorang yang belajar ilmu agama tapi ilmu tersebut digunakan untuk mengejar urusan dunia. Atas hal itu, menurut Jafar, Allah SWT menjadikan orang tersebut sebagai babi.

Menurutnya, Nabi Musa yang kaget akan hal itu lantas berdoa kepada Allah agar babi itu dapat dikembalikan menjadi manusia. Dari situ, barulah Jafar menyinggung ustaz-ustaz bayaran di era sekarang. Dia juga bertanya kepada jemaah mengenai sosok Ma'ruf Amin.

Baca juga : Mulia! Ma'ruf Amin Maafkan Habib Jafar Shodiq yang Hina Dirinya 'Babi'

"Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi," ujar Jafar.

"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (Dijawab jemaah: babi). Apa? (Babi). Apa? (Babi). Saya tanya Ma'ruf Amin babi bukan? (Dijawab jemaah: babi). Babi bukan? (Babi)," kata Jafar disambut teriakan jemaah.

Saat ini, Jafar sendiri sudah diamankan pihak Bareskrim Polri pada Kamis (5/12) dini hari. Polisi menetapkan Jafar sebagai tersangka dalam kasus tersebut.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA