Wednesday, 22 Jan 2020
Temukan Kami di :
News

Apresiasi Langkah Polri Tangkap Habib Jafar, PBNU: Ceramah Tak Boleh Tebar Kebencian

Tidak boleh ceramah atas nama agama, lalu justru menebar kebencian, menghujat, menghina. Dalam pandangan kami itu jauh dari Islam, apa yang disampaikan dia itu jauh dari Islam

Aisyah Isyana - 06/12/2019 08:08

Beritacenter.COM - Langkah cepat pihak kepolisian menangkap Habib Jafar Shodiq mendapat apresiasi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Terlebih, PBNU juga menilai jika ceramah-ceramah Jafar jauh dari ajaran Islam.

"Kami apresiasi kepada polisi yang mengambil langkah cepat dan sekaligus kita menunggu proses persidangannya, dengan bukti-bukti tentunya," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) malam.

Baca juga : 

Helmy berharap kasus Jafar dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama bagi semua penceramah. Menurutnya, sudah semestinya ceramah mengajarkan hal positif dan kebaikan.

"Tentu ini menjadi pelajaran buat semuanya bahwa kebebasan berbicara itu tetap ada kerangka hukum dan kita tidak boleh memaki-maki orang, apalagi dalam forum pengajian," ujar Helmy.

"Yang namanya pengajian itu mengajarkan pada kebaikan, memperkokoh ukhuwah. Jadi kepada para mubalig, mari kita ajarkan islam adalah agama yang ramah, bukan yang marah," sambung dia.

Selain itu, Helmy juga menolak pernyataan Sekjen Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin, yang menuding proses hukum terhadap Jafar kriminalisasi ulama. Menurutnya, kedudukan warga negara yang bersalah sama di mata hukum, tak pandang dia ulama maupun bukan.

"Ini tidak ada hubungannya dengan kriminalisasi ulama. Yang mengkriminalkan ulama siapa? Nggak ada hubungannya. Siapa pun kalau ada masalah terkait dengan penghinaan, mau ulama, nggak ulama, tentu akan dikenakan sanksi hukum. Semua sama di mata hukum," tutur Helmy.

Dalam Islam, jelas Helmy, tak boleh ada yang memberi ceramat atas nama agama, namun pesan yang disampakan adalah kebencian. Menurutnya, hal itu sudah jauh dari ajaran Islam.

"Tidak boleh ceramah atas nama agama, lalu justru menebar kebencian, menghujat, menghina. Dalam pandangan kami itu jauh dari Islam, apa yang disampaikan dia itu jauh dari Islam," pungkas Helmy.

Untuk diketahui, belum lama ini beredar vide ceramah Jafar Shodiq di media sosial. Dalam ceramahnya, Jafar awalnya berbicara mengenai sebuah riwayat pada zaman Nabi Musa. Kala itu, Jafar menyebut ada seseorang yang belajar ilmu agama tapi ilmu tersebut digunakan untuk mengejar urusan dunia. Atas hal itu, menurut Jafar, Allah SWT menjadikan orang tersebut sebagai babi.

Menurutnya, Nabi Musa yang kaget akan hal itu lantas berdoa kepada Allah agar babi itu dapat dikembalikan menjadi manusia. Dari situ, barulah Jafar menyinggung ustaz-ustaz bayaran di era sekarang. Dia juga bertanya kepada jemaah mengenai sosok Ma'ruf Amin.

"Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi," ujar Jafar.

"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (Dijawab jemaah: babi). Apa? (Babi). Apa? (Babi). Saya tanya Ma'ruf Amin babi bukan? (Dijawab jemaah: babi). Babi bukan? (Babi)," kata Jafar disambut teriakan jemaah.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA