Tuesday, 28 Jan 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Kisah Mengharukan Anak dan Ibu yang Sudah Berpisah 20 Tahun Kini Bertemu Kembali di Gaza

Diketahui juga jika kepergian ibu Amjad dari Gaza di mulai pada tahun 1999 silam. Ibu Amjad Yaghi yang bernama lengkap Nevine Zouheir tak dapat kembali ke Gaza dikarenakan sakit tulang belakang yang diderita dan mengharuskannya menjalani operasi.

Sari Intan Putri - 05/12/2019 12:11 Gambar hanya Ilustrasi

Beritacenter.COM - Amjad Yaghi yang merupakan salah seorang Wartawan asal Palestina harus rela ditinggal ibunya ketika baru berusia 9 tahun. Ibu dari Amjad harus dibawa keluar dari Jalur Gaza guna mendapatkan pertolongan medis. 

Tetapi, setelah berpisah kurang lebih selama 20 tahun, akhirnya mereka dapat bertemu kembali pekan ini. 

Diketahui juga jika kepergian ibu Amjad dari Gaza di mulai pada tahun 1999 silam. Ibu Amjad Yaghi yang bernama lengkap Nevine Zouheir tak dapat kembali ke Gaza dikarenakan sakit tulang belakang yang diderita dan mengharuskannya menjalani operasi. 

Meski telah berupaya 14 kali untuk melihatnya, Yaghi tidak bisa keluar dari Gaza karena kelompok Hamas mengambil kendali wilayah tersebut pada 2007 dan Israel dan juga Mesir memberlakukan blokade yang mencakup pembatasan perjalanan.

Yaghi diundang untuk menghadiri konferensi di luar negeri, namun ia menerima izin perjalanan hanya setelah acara tersebut selesai, membuatnya tak memiliki alasan yang tepat untuk menyeberangi perbatasan.

Hingga akhirnya kini di Yaghi diberikan visa untuk memasuki Mesir melalui Jordania dan ia pun menuju apartemen ibunya di Kota Nile Delta, Benha pada Senin.

Saat sang ibu melihatnya dari balkon, ia pun meneriakkan nama putranya itu. Zouheir bergegas turun untuk memeluk anaknya dan mereka saling berpegangan erat melepas rindu.

"Begitu sulit, mengetahui kamu bisa meninggal tanpa mewujudkan impianmu, tanpa melihat keluargamu yakni ibumu," kata Yaghi, yang mengalami luka akibat konflik bersenjata dengan Israel pada 2009.

"Di setiap situasi, kamu membutuhkan seorang ibu. Memang, saya berusia 29 tahun. Tetapi saya membutuhkan ibu di samping saya. Saya memiliki saudara yang semuanya hebat, tetapi seorang ibu penting di sebuah negara yang hidup di bawah pendudukan," katanya.

Terkait masalah keamanan, Israel menjaga ketat kontrol terhadap pergerakan warga Palestina di dalam dan di luar Jalur Gaza, yang dirampas oleh Israel dalam Perang Timur Tegah 1967.

Mesir hanya sesekali membuka perbatasan di kota Rafah untuk memperbolehkan orang-orang tertentu melintas, seperti pemegang paspor asing, pelajar dan mereka yang membutuhkan perawatan medis.




Berita Lainnya

Virus Corona Membuat Wuhan Bagai Kota Mati

27/01/2020 21:27 - Indah Pratiwi

Gempa Mengguncang Negara Turki

25/01/2020 06:08 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA