Sunday, 09 Aug 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Tega Perkosa Anak Usai Nonton Porno, Ini Bahayanya!

Anas Baidowi - 04/12/2019 15:07

Beritacenter.COM - Bapak bejat asal Blitar tega memperkosa putri kandungnya sendiri yang masih kelas 6 SD selama tiga tahun. Pria berusia 41 tahun itu bernama Purwadi mengaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada sang anak sampai tiga kali dalam seminggu.

Kepada petugas, ia mengaku melecehkan anaknya karena terlalu sering melihat video porno lewat ponsel. Setiap setelah menonton itu, nafsunya memuncak menggebu-gebu sehingga dilampiaskan pada anak kandungnya.

"Tiap habis nonton di HP. Seminggu kadang uda sampai tiga kali," pengakuannya, Rabu (4/12).

Lantas, apa bahayanya bagi seorang yang gemar nonton video porno?.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry tahun 2014, menyatakan ada hubungan yang erat antara kebiasaan nonton film porno dengan penurunan volume, serta aktivitas di wilayah otak bernama striatum. Tim peneliti menemukan, bahwa volume striatum otak bisa menyusut hingga jauh lebih kecil jika terlalu sering menontonnya.

Striatum adalah bagian otak yang berkaitan dengan kemunculan rasa puas dan senang setelah melakukan suatu hal. Efeknya akan memunculkan motivasi atau keinginan untuk mengulang perilaku tersebut agar merasakan kesenangan yang sama.

Dikutip dari detikcom, penelitian ini yang pertama memberikan bukti adanya hubungan kuat antara film porno dengan penurunan kerja otak, dalam menanggapi rangsangan seksual. Dampak film porno ini dianggap lebih berbahaya dibandingkan efek narkoba sendiri.

Menurut dr Mark B Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA mengatakan, pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama Pre Frontal Corteks atau bagian otak yang berada tepat di belakang dahi. Kerusakan ini bisa memicu orang tidak bisa membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, dan mengambil keputusan.

"Otak para pecandu pornografi akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik. Selanjutnya, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan berlebih) sehingga membuatnya bekerja dengan sangat ekstrem, mengecil, dan rusak," jelasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA