Friday, 13 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Polisi Tolak Laporan FPI Yang Tuding Gus Muwafiq Hina Nabi

Anas Baidowi - 03/12/2019 15:09

Beritacenter.COM - Polisi menulak laporan anggota DPP FPI, Amir Hasanudin yang melaporkan ulama NU, Ahmad Muwafiq alis Gus Muwafiq yang dituding ceramahnya menghina Nabi Muhammad SAW, Selasa (3/12).

Polisi menolak laporan tersebut karena masih ada satu syarat yang belum terpenuhi dalam pelaporan. Pasalnya, Amir melaporkan pernyataan Gus Muwafiq dalam bahasa Jawa tidak melampirkan terjemahan ceramah Gus Muwafiq dalam bahasa Indonesia.

"Kami sudah diskusi oleh pihak penyidik, mereka siap menerima. Namun, ada salah satu syarat yang masih kurang, yaitu terjemahan bahasa Jawa. Itu tadi sudah kami koordinasikan dengan penerjemah," kata Aziz Yanuar selaku kuasa hukum di Bareskrim Polri.

Dia mengatakan, pihaknya akan kembali mendatangi Bareskrim Polri dengan menyertakan terjemahan ceramah Muwafiq. Dengan demikian, ia mengklaim polisi bakal mengeluarkan nomor laporan.

Amir selaku pelapor menuding Gus Muwafiq menggunakan bahasa Jawa dalam melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Dalam ceramahnya, Gus berambut panjang tersebut sebenarnya mengatakan Nabi "merembes" bisa diartikan ingusan.

"Dalam bahasa Jawa itu ada kalimat ‘merembes’, itu maknanya banyak. Bahwa Rasullulah itu sifatnya dekil, kotor, jadi sifat-sifat yang tidak enak buat kami," klaim Amir.

Dalam hal ini, Amir mendengar ceramah Muwafiq melalui media sosial YouTube. Dari temuan itu, lantas ia bergerak dengan membuat laporan ke pihak kepolisian.

Dalam ceramahnya di Purwodadi belum lama ini, Muwafiq bercerita soal masa kecil Rasulullah. Dia tidak sependapat bila Muhammad digambarkan sebagai sosok yang berlebih-lebihan ketika kecil.

"Sekarang ini digambarkan nabi lahir itu seperti ini, seperti ini. Nabi lahir biasa saja, enggak usah tiba-tiba dibuat bersinar. Kalau bersinar ketahuan, dipotong sama temannya Abrahah. Ada yang menceritakan, nabi lahir bersinar sampai langit. Kalau begitu ya dicari orang Yahudi, dibunuh. Biasa saja, lahir. Masa kecilnya rembes, ikut mbah. Anak kecil itu kalau ikut mbah pasti tidak terlalu terurus, di mana-mana. Mbah itu di mana saja kalau mengurusi anak kecil itu tidak bisa," kata Gus Muwafiq dalam ceramahnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA