Tuesday, 02 Jun 2020
Temukan Kami di :
Ekonomi

Banyaknya Anak Perusahaan BUMN yang Bikin Merugi, Erick Thohir Segera Ambil Tindakan

Selain itu, pemerintah ingin pembentukan anak usaha BUMN tidak membuat perusahaan induk yang justru mengalami kerugian.

Sari Intan Putri - 03/12/2019 11:50

Beritacenter.COM - Erick Thohir selaku Menteri BUMN segera menerbitkan regulasi terkait pembentukan anak usaha perusahaan pelat merah. Langkah tersebut dilakukan Erick untuk menata, membenahi dan meningkatkan kinerja BUMN.

Selain itu, pemerintah ingin pembentukan anak usaha BUMN tidak membuat perusahaan induk yang justru mengalami kerugian.

Diketahui juga jika regulasi dalam bentuk peraturan menteri tersebut, bakal memberikan keleluasaan bagi pemerintah mengambil keputusan terhadap anak usaha BUMN, salah satunya menutup anak usaha yang dirasa merugikan.

"Artinya, kita punya hak untuk menutup atau memutuskan merger. Semua tentu perlu ada alasannya," kata Erick.

Ini adalah rapat perdana Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju dengan Komisi VI DPR. Menteri BUMN periode sebelumnya, Rini Soewandi, nyaris tidak pernah hadir dalam rapat kerja di DPR. Rini selalu mengirimkan bawahannya atau deputi untuk mewakilinya setelah bersitegang dengan sejumlah anggota DPR.

Rapat kerja kemarin juga bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang membahas soal penyertaan modal negara (PMN) di sejumlah BUMN strategis serta kinerja PMN tersebut.

Dalam raker kemarin, Erick memaparkan, gemuknya jumlah perusahaan BUMN beserta anak dan cucu usahanya membuat mayoritas perusahaan BUMN tidak sehat. Ia tak menutup kemungkinan mengambil langkah penutupan terhadap BUMN atau anak usaha yang merugi.

Saat ini, pemerintah memiliki saham di 118 BUMN dengan keuntungan terbesar ditopang oleh hanya 15 BUMN saja. Jumlah anak usaha BUMN diperkirakan mencapai 800 perusahaan, tersebar di berbagai sektor yang bahkan terlepas dari inti usaha induknya.




Berita Lainnya

Rupiah Makin Menguat Terhadap Dolar AS

20/05/2020 09:22 - Anas Baidowi

Dolar Loyo, Harga Emas Melambung

13/05/2020 08:46 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA