Friday, 13 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Soal Seruan Habib Rizieq Demo Berjilid, Stafsus Jokowi: Ngabisin Waktu, Uang, dan Tenaga

Aisyah Isyana - 03/12/2019 10:20

Beritacenter.COM - Stafsus Jokowi, Dini Shanti Purwono, angkat bicara soal seruan Habib Rizieq Syihab terkait aksi berjilid-jilid jika pelaku penodaan agama tak juga diproses hukum. Menurutnya, aksi berjiliid-jilid hanya akan membuang waktu dan uang.

"Demo berjilid-jilid hanya akan menghabiskan waktu, uang, tenaga. Menghambat kegiatan usaha, menurunkan produktivitas, membuat iklim investasi tak kondusif. Yang akhirnya akan menghasilkan pengangguran. Akhirnya rakyat lagi yang susah," kata Dini kepada wartawan, Senin (2/12/2019).

Baca juga : 

Di negara hukum ini, jelas Dini, sangat tak pantas jika proses hukum yang tak berjalan direspons dengan gelaran aksi massa. Menurutnya, segala permasalahan hukum sudah sepatutnya diselesaikan secara hukum.

"Pastinya tidak pantas ya (merespons penanganan kasus hukum yang tidak berjalan dengan menggelar aksi massa). Negara kita negara hukum. Jadi sudah seharusnya dan sepantasnya segala sesuatu diselesaikan secara hukum," terang Stafsus Jokowi Bidang Hukum itu.

"Salah satu ciri-ciri negara maju adalah berjalannya proses hukum. Kita ingin Indonesia menjadi negara yang maju, masyarakatnya cerdas, beradab. Hanya dengan cara itulah kita bisa menjadi bangsa yang produktif, yang pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat," imbuhnya.

Kedepannya, politikus PSI ini berharap agar masyarakat dapat berpikir positif dan optimis untuk kemajuan Indonesia. Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan segala sumber daya demi membangun bangsa, buka malah menyibukkan diri dengan demo dan kegaduhan lainnya.

"Jadi kita ingin mengajak masyarakat untuk menyadari hal ini dan bersama-sama bergerak untuk kemajuan Indonesia. Berpikir positif, memiliki optimisme. Bukan sibuk dengan demo dan cara kegaduhan lainnya yang berlebihan, yang pada akhirnya hanya akan merugikan dan menghambat kesejahteraan rakyat Indonesia," papar Dini.

"Indonesia banyak memiliki potensi yang masih harua dikerjakan. Lebih baik kita gunakan waktu, uang dan tenaga yang kita punya untuk mengerjakan potensi-potensi yang ada, untuk membangun Indonesia," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA