Saturday, 14 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Tolak Usulan Presiden 3 Periode, Jokowi: Itu Menjerumuskan, Menampar Muka Saya

Posisi saya jelas: saya tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden diperpanjang menjadi tiga periode. Usulan itu justru hendak menjerumuskan saya. Hendak menampar muka saya

Aisyah Isyana - 03/12/2019 08:20

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas menolak adanya usulan terkait perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dalam wacana amandemen UUD 1945. Jokowi bahkan menyebut usulan itu menjerumuskannya dan menampar dirinya.

Jokowi menegaskan jika dirinya merupakan salah satu produk pemilihan langsung yang dipilih oleh rakyat, sebagaimana sesuai dengan UUD 1945. Menurutnya, dirinya dan sejumlah orang lainnya tak akan bisa bermimpi jadi pemimpin jika tak ada reformasi.

"Dan saya adalah salah satu produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi itu. Jika tak ada reformasi, saya dan banyak orang biasa lain tak akan menggapai impian menjadi bupati, walikota, gubernur, atau presiden," kata Jokowi dikutip dari akun instagram Jokowi.

Untuk itu, Jokowi menyesalkan adanya pihak yang ingin mengusulkan jabatan presiden untuk ditambah jadi tiga periode, dalam wacana amandemen UUD 1945. Dia bahkan menyebut usulan itu hendak menjerumuskan, bahkan menampar dirinya.

"Posisi saya jelas: saya tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden diperpanjang menjadi tiga periode. Usulan itu justru hendak menjerumuskan saya. Hendak menampar muka saya," tegas Jokowi.

Pro-kontra terkait wancana amandemen UUD 1945 seketika menjadi sorotan usai adanya usulan perubahan masa jabatan presiden. Dalam hal ini, Jokowi menilai hal itu tak perlu. terlebih ditengah ketidakpastian global saat ini.

"Ditengah ketidakpastian glibal saat ini, saya kira lebih baik tidak usah ada amandemen konstitusi. Kita konsentrasi saja melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan," kata Jokowi.

Untuk diketahui, adanya usulan penambahan jabatan presiden menjadi tiga periode itu berasal dari Partai NasDem. Hal itu diungkap oleh pimpinan MPR Arsul Sani. Arsul tegas menolak wacana itu. Dia meminta hal itu ditanyakan langsung kepada NasDem.

"Tentu ini harus ditanyakan kepada yang melayangkan ini kan bukan saya yang melayangkan. Ini ada yang menyampaikan seperti ini, kalau tidak salah mulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem tentu kita harus tanyakan kepada yang melayangkan secara jelas apa," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11).




Berita Lainnya

Maluku Utara Diguncang Gempa 5,3 Magnitudo

14/12/2019 01:07 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA