Saturday, 14 Dec 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Terlalu Ikut Campur Urusan Hong Kong, Perang Dagang AS-China Sulit Tercapai

Indah Pratiwi - 03/12/2019 02:14

Beritacenter.COM - Kementrian Luar Negeri China menegaskan banyak sejumlah lembaga yang berasal dari Amerika Serikat bertindak buruk selama kerusuhan Hong Kong sedang berlangsung.

Juru Bicara Kemenlu China, Hua Chunying menegaskan pihaknya tidak akan mengizinkan AS untuk melakukan kunjungan pasukan angkatan lautnya ke Hong Kong. Selain itu, China juga akan melakukan tindakan terhadap Presiden Amerika Serikat(AS) Donald Trump setelah ia mengesahkan RUU terkait keadaan Hong Kong di Kongres.

"Sebagai respon dari kelakuan yang tidak berdasar dari AS, pemerintah China telah memutuskan tidak memberi izin pada kapal perang AS untuk mendarat di Hong Kong," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hau Chunying sebagaimana dikutip dari AFP.

China merespon RUU AS tersebut secara serius mencampuri dalam negerinya. Namun, China juga melakukan pemberian sanksi terhadap AS saat perang dagang belum berakhir yang tentunya bisa memperburuk pasar global.

"Kami menemukan banyak fakta dan bukti jelas bahwa LSM itu mendukung pergerakan anti-China ... dan mendukung aktivitas separatis untuk kemerdekaan Hong Kong," kata Hua lagi.

Masa pemrotes pendukung demokrasi yang dipicu oleh rancangan undang-undang yang akan memungkinkan ekstradisi ke China. LSM tersebut di antaranya National Endowment for Democracy, Human Rights Watch dan Freedom House.

Protes tersebut rupanya terus meluas menjadi gerakan yang menyerukan reformasi demokratis dan menuntut akuntabilitas polisi. Protes ini juga membuat kekhawatiran bahwa China akan membatasi hak-hak kebebasan di Hong Kong sesuatu yang tidak dinikmati oleh warga di China daratan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA