Saturday, 14 Dec 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

Facebook Memohon kepada Pemerintah Singapura Terkait UU Antihoaks

Diketahui juga jika awalnya Facebook telah memberikan label "informasi Palsu" dan menghapus postingan Alex Tan yang menulis seputar kecurangan dalam pemilihan di negeri singa tersebut.

Sari Intan Putri - 02/12/2019 17:44

Beritacenter.COM - Facebook meminta pemerintah Singapura untuk tidak membatasi kebebasan netizen dalam Undang-undang Antihoaks. Meski demikian, Facebook telah mengikuti peraturan tersebut dengan label informasi palsu apabila pemerintah Singapura menilai sebuah konten hanya menyebarkan hoaks.

Diketahui juga jika awalnya Facebook telah memberikan label "informasi Palsu" dan menghapus postingan Alex Tan yang menulis seputar kecurangan dalam pemilihan di negeri singa tersebut.

Facebook menyebut, jika postingan pada 23 November 2019 berisi informasi palsu. Tindakan tersebut dilakukan atas perintah pemerintah Singapura yang didasari oleh UU Antihoaks.

Dilansir dari Engadget, Senin (2/12), Facebook mematuhinya dengan sedikit khawatir. Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg berharap, agar kebijakan itu tidak membatasi kebebasan berekspresi warga internet di sana.

"Kami berharap jaminan pemerintah Singapura bahwa hal itu tidak akan berdampak pada kebebasan berekspresi akan mengarah pada pendekatan yang terukur dan transparan untuk implementasi," kata seorang juru bicara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA