Saturday, 14 Dec 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

BPJS Kesehatan Defisit Anggaran Hingga Puluhan Triliun Rupiah di Tahun 2020 Mendatang

Timboel Siregar selaku Koordinator advokasi BPJS Watch menyebutkan jika iuran BPJS Kesehatan akan mengurangi defisit lembaga pemerintah di tahun 2019 yang semula diperkirakan hampir di angka Rp 32,89 triliun.

Sari Intan Putri - 02/12/2019 14:08

Beritacenter.COM - Akhir tahun 2019, PBJS Kesehatan diprediksi akan menerima anggaran defisit sebesar Rp 18 triliun. Tak hanya itu, lembaga tersebut juga diperkirakan akan masih akan mencatat defisit hingga tahun 2020 mendatang.

Timboel Siregar selaku Koordinator advokasi BPJS Watch menyebutkan jika iuran BPJS Kesehatan akan mengurangi defisit lembaga pemerintah di tahun 2019 yang semula diperkirakan hampir di angka Rp 32,89 triliun.

Diketahui juga jika dana tersebut disalurkan pemerintah seiring berlakunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan iuran segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) Pemerintah tercatat berlaku surut.

Adapun selisih kenaikan iuran segmen PBI telah dibayarkan oleh pemerintah pada Jumat, 22 November 2019 lalu senilai Rp 9,13 triliun. Timboel menjelaskan bahwa total dana dari selisih kenaikan iuran tersebut mencapai Rp 14 triliun sehingga akan mengurangi defisit BPJS Kesehatan.

"Baru diturunkan Rp 9 triliun itu dari APBN, untuk yang dari APBN dikucurkan Desember ini. Sekitar Rp 18 triliun defisit akan di-carry over ke 2020, relatif berat," ujar Timboel.




Berita Lainnya

Sepeda Brompton Diwajibkan untuk Lapor SPT Pajak?

10/12/2019 16:13 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA