Friday, 13 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Ribuan Produk Ilegal Berbahan Bahaya Senilai Rp4,9 M Dimusnahkan BBPOM Bandung

Aisyah Isyana - 02/12/2019 12:11

Beritacenter.COM - Ratusan produk ilegal hasil sitaan dimusnahkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung. Produk-produk ilegal yang di musnahkan itu bernilai sekitar Rp4,9 miliar.

Ratusan produk yang di musnahkan itu terdiri dari produk-produk kosmetik, obat tradisional atau herbal, obat keras, hingga produk pangan yang tak memiliki izin edar dan mengandung bahan berbahaya. Produk kosmetik menjadi barang yang paling banyak di musnahkan.

Baca juga :

Dikatakan Kepala BBPOM Bandung I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, produk-produk yang dimusnahkan itu merupakan produk hasil penindakan yang dilakukan BBPOM selama tahun 2019. Menurutnya, sepanjang tahun 2019 pihak BBPOM Bandung melakukan penyisiran ke pasar dan tempat produksi produk ilegal.

"Terkait dengan pengawasan yang dilakukan di Jawa Barat kami melakukan pemusnahan dengan tujuan memastikan obat dan makanan tanpa jaminan mutu ini tidak beredar kembali di masyarakat," ucap Bagus saat pemusnahan di Kantor BBPOM Bandung, Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, ada sebanyak 1.847 item produk kosmetik yang dimusnahkan, termasuk dengan produk ilegal. Dia menyebut produk kosmetik itu tak memiliki izin edar dan bahkan ada yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokinon.

Selain itu, ada 129 obat herbal yang tak memiliki izin edar dan ada juga yang mengandung bahan kimia seperti kandungan Sildenafil Sitrat, Deksametason dan bahan kimia obat lainnya.

Ada pula obat keras sebanyak 669 item dan produk pangan sebanyak 157 item. Adapun ratusan produk pangan yang diamankan itu diketahui mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.

"Produk tanpa izin edar tidak dapat dijamin mutu karena yang dilarang akan berdampak pada kesehatan. Dari nilai keekonomian, ini totalnya mendekati Rp 5 miliar," katanya.

Sementara proses pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara menghancurkan produk-produk itu dengan mesin insenator. Bagus menyebut pemusnahan produk-produk itu dilakukan pihaknya agar tak lagi di jual ke pasaran.

"Tindakan harus dilakukan agar produsen memiliki efek jera," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA