Wednesday, 26 Feb 2020
Temukan Kami di :
Olahraga

Dituding Sudah Tidak Perawan, Atlet SEA Games 2019 Dipulangkan Paksa

Indah Pratiwi - 29/11/2019 21:57 Ibu Kandung SAS(18), Ayu Kurniawati

Beritacenter.COM - Seorang atlet berinsial SAS (18) senam lantai Sea Games 2019 asal Kota Kediri dipulangkan paksa karena alasan tidak perawan dan telah memutuskan hengkang dari olahraga yang pernah mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara.

"Sudah memutuskan tidak mau lagi menjadi atlet, "tutur Ayu Kurniawati orang tua SAS di rumahnya Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kotamadya Kediri Jumat (29/11/2019).

SAS memiliki bakat senam lantai sejak kelas dua sekolah dasar. Selama dibimbing guru di sekolah dan KONI daerah, talenta dalam bermain senam semakin menonjol. Melihat potensi yang dimiliki putri sulung pasangan Satrio Utomo dan Ayu Kurniawati, KONI Jawa Timur merekomendasikan SAS masuk ke pusat pelatihan Persani (Persatuan Senam Indonesia) yang kemudian diasramakan.

"Sejak kelas empat SD anak saya kemudian pindah ke Gresik. Tinggal di mess atlet dan sekolah," terang Ayu.

Dia menjelaskan hingga kelas 3 SMA (SMAN 01 Kebomas) prestasi atlet SAS terus menanjak. Ia menyabet sejumlah medali emas tingkat daerah dan tingkat nasional. Diantaranya meraih emas di Kejurnas Jambi dan menyabet perunggu di kejuaraan Olahraga Asian School 2017 di Singapura.

"Total ada 49 medali, "kata Ayu yang memperlihatkan beberapa medali yang ditempatkan di dalam bingkai kaca (pigora).

Berdasarkan catatan, SAS adalah atlet Pelatda selama dua tahun dimana setiap bulan menerima honor dari negara Rp 4 juta per bulan. Kemudian selama dua bulan (Oktober dan November 2019) masuk Pelatnas dengan gaji tiap bulan Rp 6 juta.

Namun karier sebagai atlet yang ditapaki selama sepuluh tahun itu runtuh seketika setelah Persani memulangkan paksa dengan alasan tidak perawan. Ayu tidak membantah putri sulungnya memang pacaran. Ia juga tidak menyangkal pernah mendapat pemberitahuan dari pelatih jika SAS melakukan pelanggaran indispliner.

Kini masa depan anaknya hancur. Namun, berdasarkan hasil tes keperawanan di dokter kandungan RS Bhayangkara Kediri menyatakan tidak ada selaput dara yang rusak pada SAS(18).

"Tapi kenapa hasil tes dari RS Bhayangkara itu tidak bisa diterima?, "keluhnya.

Saat ini ia tidak di mess Persani, melainkan bertempat di kos. Yang membuat Ayu sedih, anaknya lebih banyak menyendiri dan enggan bersekolah. SAS juga mengungkapkan ingin pindah sekolah ke Kediri.

"Dia bilang setelah lulus SMA ini ingin langsung kerja. Baginya karier menjadi atlet sudah tutup buku, "ungkap Ayu yang menuntut nama baik anaknya untuk dikembalikan.

Dalam kasus ini kuasa hukum SAS, Imam Moklas telah mengirim surat pengaduan resmi ke Presiden Joko Widodo, Kemenpora, KONI dan Persani.




Berita Lainnya

Ajax Umumkan Kepindahan Hakim Ziyech ke Chelsea

14/02/2020 03:33 - Aisyah Isyana

Mohammed Salah Disebut Egois, Juergen Klopp : No!

03/02/2020 16:14 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA