Thursday, 01 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Ditangkap Polisi, Pria Pamer Alat Vital di Malang Ngaku Spontan Terangsang Lihat Wanita

Terlapor mengaku spontan melakukan itu karena terangsang melihat bagian tubuh wanita (pantat) dan tanpa ada unsur kesengajaan. Dan mengakui bahwa tidak bisa menyalurkan nafsu berahi kepada istrinya

Aisyah Isyana - 27/11/2019 22:36

Beritacenter.COM - Nekat pamerkan alat kelamin di muka umum, pria bernama Moch Saruki (46) diamankan petugas di Malang, Jawa Timur. Aksi pamer alat vital itu dilakukan pelaku di depan warga di kawasan Pasar Bunul akhir pekan lalu.

"Terlapor diamankan, karena (maaf) menunjukkan alat vitalnya kepada warga yang berada di lokasi," kata Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Dony mengatakan, pelaku nekat melakukan perbuatan tak senonoh itu lantaran depresi. Saruki diketahui sudah lama ditinggal oleh sang istri. Untuk itu, pelaku tak kuasa menahan nafsu dan spontan melakukan hal tersebut.

Baca juga : Penjual Film Porno dalam Flashdisk di Tanjung Priok Beromset Hingga Rp100 Juta

"Terlapor melakukan perbuatan dengan cara (maaf) mengeluarkan alat kelamin dari dalam celananya karena mengalami depresi akibat ditinggal oleh istrinya selama bertahun-tahun," ujarnya.

Saat diperiksa polisi, Saruki pun mengaku jika dirinya spontan melakukan hal itu lantaran terangsang saat melihat bagian tubuh wanita. Dia mengaku hal itu dilakukan tanpa sengaja.

"Terlapor mengaku spontan melakukan itu karena terangsang melihat bagian tubuh wanita (pantat) dan tanpa ada unsur kesengajaan. Dan mengakui bahwa tidak bisa menyalurkan nafsu berahi kepada istrinya," bebernya.

Dony menambahkan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah dalam menangani perkara yang membuat resah masyarakat tersebut. "Beberapa langkah sudah kami lakukan, termasuk meminta keterangan kepada terlapor. Semua untuk mengungkap keresahan di tengah masyarakat," tambahnya.

Atas perbuataannnya, Saruki yang merupakan warga Jalan KH Malik Dalam, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang itu diwajibakan polisi untuk melakukan wajib lapor di Polres Malang Kota.

"Terlapor dikenai wajib lapor pada hari Senin dan Kamis. Karena kami mendapatkan hambatan, karena korban belum bisa datang untuk memberikan keterangan. Selain juga mencari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA