Thursday, 01 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Penjual Film Porno dalam Flashdisk di Tanjung Priok Beromset Hingga Rp100 Juta

Aisyah Isyana - 27/11/2019 21:55

Beritacenter.COM - Pria bernisial TH (31) harus berurusan dengan polisi terkait peredaran film porno. TH ditangkap jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok, lantaran menjual film porno yang disimpan dalam flashdisk.

Penangakapan terhadap TH dilakukan polisi usai mendapat informasi terkait jaul-beli video porno di kawasanan Semanan, Jakarta Barat. Guna membekuk pelaku, polisi yang melakukan penyelidikan di lapangan melakukan undercover.

Baca juga : 

"Tersangka ditangkap di Pintu Keluar Pos 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tanggal 24 November lalu," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung, kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Reynold mengatakan, tersangka TH menjual film prono yang sudah disimpan di dalam 50 buah flashdisk dan 450 hard disk.

"Pelaku diduga memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi dan/ atau setiap orang yang memperdagangkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Jo. Pasal 4 ayat (1) dan atau Pasal 32 Jo. Pasal 6 Undang Undang No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi," terang Reynold.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP David Kanitero, tersangka TH mendapat video porno hasil mengunduh dari internet. Video-video yang telah diunduh kemudian dipindahkan tersangka ke dalam flashdisk dan hard disk.

"Untuk harganya variatif, tergantung kapasitas dari pada film tersebut. Rata-rata berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu. Omset selama 1 tahun dia melaksanakan kegiatannya, kurang lebih bisa Rp 100 juta," tutur David.

David menyebut pemesan video porno dari tersangka TH diketahui banyak dari kalangan pekerja. Dia menyebut pihaknya tengah mendalami apakah pelaku juga menjual video porno itu ke kalangan pelajar atau tidak.

David menyinggung soal dampak buruk pornografi terhadap perkembangan genarasi muda. Menurutnya, peredaran pornografi dapat memancing kejahatan terhadap kemanusiaan, seperti kekerasan terhadap perempuan.

"Pornografi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan salah satu wujud kekerasan terhadap perempuan. Tubuh dan seksualitas perempuan, juga anak dieskploitasi untuk kepentingan industri pornografi. Sejumlah di antaranya dilakukan dengan pemaksaan, penipuan atau penyalahgunaan kekuasaan lainnya. Dampak terburuk dari maraknya penyebarluasan pornografi saat ini yang didukung dengan adanya perkembangan teknologi informasi, yaitu pada perkembangan moral anak-anak yang belum sepenuhnya memahami mengenai buruk atau baiknya suatu hal tertentu," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengimbau agar para orangtua dapat selalu memantau serta membimbing anak-anaknya. "Orang tua berperan penting dalam lakukan pengawasan terhadap penggunaannya yang pada saat ini banyak dimiliki oleh anak-anak," tuturnya.




Berita Lainnya

Edarkan Sabu, Mahasiswa di Kuningan Ditangkap Polisi

30/09/2020 17:04 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA