Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

Pesan Kalemdiklat ke Para Perwira Polri: Pemimpin Harus Bawa Perubahan Positif

Pemimpin adalah figur yang harus membawa perubahan positif. Artinya, seorang pemimpin selalu berorientasi untuk mengajak kebaikan dalam melakukan perubahan

Aisyah Isyana - 26/11/2019 22:21

Beritacenter.COM - Kalemdiklat Polri, Komjen Arief Sulistyanto, berpesan agar para pemimpin dapat selalu membawa perubahan positif. Pesan itu disampaikan Arief di acara pembekalan para siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.

"Pemimpin adalah figur yang harus membawa perubahan positif. Artinya, seorang pemimpin selalu berorientasi untuk mengajak kebaikan dalam melakukan perubahan," kata Arief diacara Pembekalan siswa Sespimti Angkatan 28 dan Sespimmen Angkatan 59 di Gedung Oetaryo, Sespim Polri, Lembang, Jawa Barat, Selasa, (26/11/2019).

Baca juga : Kalemdiklat Beri Penghargaan 10 Taruna/Taruni Akpol Terbaik, Salah Satunya Putra Kapolri

Seorang pemimpin, jelas Arief, suatu saat pasti akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinan yang telah diamanahkan kepadanya.

"Pemimpin akan diminta pertanggungjawaban apa yang dipimpinnya, baik secara pribadi, keluarga, anggota yang dipimpinnya serta orang lain termasuk institusi Polri yang kita cintai," ujar Arief.

Acara pembekalan ini dihadiri oleh 62 siswa Sespimti dan 226 siswa Sespimmen beserta para istri dan suami mereka. Kedepannya, sekolah kepemimpinan ini akan dilaksanakan selama 7 bulan lamanya.

"Proses pendidikan yang tengah dilakukan hendaknya juga menjadi wahana berkontemplasi dan berintrospeksi terhadap semua yang sudah dilakukan selama ini. Menjadi pemimpin bukan hanya bagaimana bisa menduduki jabatan yang diinginkan, tetapi harus mampu membawa diri dan institusinya menjadi lebih baik lagi," tutur Arief.

Sespimmen dan Sespimti merupakan program pendidikan pengembangan umum dalam jenjang karier perwira Polri. Nantinya, mereka yang mengikuti program ini akan dipersiapkan sebagai calon pemimpin tingkat menengah dan calon pemimpin tingkat tinggi.

"Oleh karena itu seorang pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri, dan juga sudah selesai dengan keluarganya. Artinya dia harus sudah mampu memimpin diri sendiri dan keluarganya, untuk bisa memimpin orang lain menjadi lebih baik dan melakukan kebaikan," ungkap Arief.

Pada kesempatan itu, Arief juga menyinggung pentingnya menjaga kredibilitas dan eksistensi Polri. Menurutnya, untuk tetap menjaga kredibelitas institusi, maka sangat diperlukan profesionalisme, integritas dan komitmen kepada NKRI.

"Bersinergi dengan komponen bangsa lainnya untuk mewujudkan Indonesia Maju. Jangan berorientasi menjadikan institusi dan profesi hanya untuk mengejar kepentingan sesaat. Bangunlah diri dan keluarga untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin Polri masa depan yang bertanggung jawab," ucap Arief.

"Menjadi pemimpin yang baik belum tentu disenangi orang, apalagi kalau menjadi pimpinan yang berperilaku tidak baik," pungkas mantan Kabareskrim Polri itu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA