Tuesday, 10 Dec 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Ahli Kritik Penataan Trotoar DKI Tak Harus Tebang Pohon

Lukman Salasi - 13/11/2019 10:36

BeritaCenter.COM – Pemprov DKI Jakarta mendapat kritikan pedas karena melakukan penebangan pohon di sejumlah tempat di Jakarta dengan alasan kepentingan revitalisasi trotoar.

Ahli tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan apa yang dilakukan Pemprov DKI tak tepat. Justeru pohon-pohon yang sudah ada dipelihara dan didata.

"Gubernur Anies Baswedan harus segera memerintahkan jajarannya untuk menghentikan penebangan pohon. Pemprov DKI Jakarta harus melakukan audit dan registrasi pohon. Pohon layak diperlakukan seperti warga kota yang memiliki kartu identitas dan terdaftar (registrasi dan identitas) sehingga keberadaan dan keadaan pohon dapat mudah dilacak dan segera diketahui statusnya," ucap Nirwono, Selasa (12/11/2019).

"Jakarta juga belum memiliki rencana induk pohon dan Perda tentang pohon sebagai acuan perencanaan penataan dan pemeliharaan pohon," lanjutnya.

Kebijakan pemotongan pohon di trotoar dinilai tidak tepat. Menurutnya, semestinya ada kajian sebelum pohon tersebut dipotong. Selain itu, konsep penataan trotoar harus mengikuti pohon yang sudah eksis terlebih dahulu.

"Penebangan pohon karena terkena pelebaran trotoar atau terkena saluran air justru tidak tepat karena desain trotoar dan saluran harusnya mengikuti keberadaan pohon yang telah ada lama di situ, bukan malah ditebang. Dinas Pertamanan dan Kehutanan tidak serius merawat pohon. Harusnya pohon masih bisa diselamatkan atau dirawat (kalau sakit, keropos, dll)," Kata Nirwono.

Nirwono juga menyesalkan pohon angsana yang ditebang. Pohon angsana lebih rindang daripada tabebuya yang rencananya akan ditanam untuk menggantikan angsana.

"Dibandingkan dengan tabebuya (kategori pohon kecil), sedangkan beringin dan angsana (pohon besar) tentu memiliki fungsi ekologis lebih baik ketimbang tabebuya, misal daya serap gas polutan, keteduhan dan iklim mikro, produksi oksigen (daunnya lebih lebat dan tajuk lebih lebar), serta berusia lama ratusan tahun. Pemilihan tabebuya lebih karena mengikuti trend saja serta ketersediaan di pasaran," kata Nirwono.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan penebangan pohon di seberang Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu, Pemprov juga berniat menebang pohon di kawasan Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat dan Kemang, Jakarta Selatan.




Berita Lainnya

KSP Kembali Tunjuk Ngabalin Jadi Tenaga Ahli

10/12/2019 09:52 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA