Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Membawa Potongan Lengan di Ransel, Profesor Rusia Diduga Membunuh Mahasiswinya

Baharuddin Kamal - 11/11/2019 11:34

BeritaCenter.COM - Profesor sejarah di Rusia kedapatan membawa sepasang potongan lengan mahasiswi di dalam ranselnya. Profesor tersebut bernama Oleg Sokolov. Ia ditangkap saat nyaris tenggelam di Sungai Moika, St. Petersburg, Minggu (10/11), kini beliau sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena hipotermia.

Dari hasil penyelidikan, sepasang lengan itu milik Anastasia Yeshchenko, peneliti yang bekerja dengan Sokolov di Universitas Negeri St. Petersburg. Korban merupakan mantan mahasiswi sang profesor. Tubuhnya ditemukan di apartemen profesor tersebut.

Beberapa media setempat sempat melaporkan bahwa Sokolov telah mengakui perbuatannya, tetapi laporan itu dibantah Komite Investigasi kota St. Petersburg karena tidak akurat.

Akibat kejadian ini, akademi pendidikan Institut Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Politik (ISSEP) telah mencopot keanggotaan Sokolov dari komite ilmiah institusi.

"Sebagai profesor sejarah modern di Universitas (Negeri) St. Petersburg dan penerima penghargaan Legion d'Honneur dari Prancis, kami tidak pernah membayangkan dia akan melakukan tindakan buruk ini. Kami mencopotnya dari posisinya sebagai anggota komite ilmiah secepatnya dan mengirimkan belasungkawa serta dukungan kepada korban dan keluarga," kata perwakilan ISSEP dalam sebuah pernyataan resmi.

Sokolov dikenal sebagai akademisi dan ahli di bidang sejarah militer Prancis. Dia juga menjadi profesor di Departemen Sejarah Modern dan Kontemporer di Universitas Negeri St. Petersburg.

Berdasarkan situs resmi universitas, Sokolov telah menulis sebuah seri karangan ilmiah yang membahas Napoleon Bonaparte dan perang. Karena kontribusinya yang besar dalam mempopulerkan sejarah Prancis serta tentaranya, Sokolov diberi penghargaan Legion d'Honneur berdasarkan dekrit yang ditandatangani presiden saat itu, Jacques Chirac pada Juni 2003.

Tidak hanya akademisi, ia juga dikenal sebagai pemeran reka ulang sejarah karena sering tampil menggunakan seragam perang di era Napoleon dan bekerja sebagai konsultan untuk reproduksi tayangan televisi dan film sejarah.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA