Sunday, 05 Apr 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Libatkan Anak di Bawah Umur, Prostitusi Berkedok Rumah Karaoke Dibongkar Polisi di Malang

Aisyah Isyana - 07/11/2019 11:58

Beritacenter.COM - Kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur dibongkar polisi di Malang, Jawa Timur. Polisi mengamankan wanita berinisial TR (32), yang merupakan pemilik rumah karoke di eks lokalisasi Suko, Sumberpucung, Kabupaten Malang.

TR yang merupakan warga Magetan yang berperan sebagai mucikari. Dikatakan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan orangtua asal Lumajang yang mencari putrinya yang meninggalkan rumah sejak 31 Oktober lalu.

Baca juga :

"Informasi yang didapatkan orang tua korban, menyebut jika putrinya berada di wilayah Sumberpucung. Penyelidikan berhasil melacak keberadaan korban yang ternyata bekerja di sebuah kafe dan juga merupakan rumah karaoke di wilayah Suko, Sumberpucung," kata Ujung kepada wartawan di Mapolres Malang, Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kamis (7/11/2019).

Dari hasil penelusuran polisi, diketahui jika korban dipekerjakan untuk menemani tamu yang datang ke tempat karoke tersebut. Tak hanya itu, korban juga melayani nafsu para lelaki hidung belang dengan tarif Rp200-300 ribu.

"Di tempat karaoke milik tersangka TR itu. Korban dipekerjakan untuk menemani tamu karaoke dan memberikan layanan seksual lelaki hidung belang dengan membayar Rp 200 sampai Rp 300 ribu. Dari tarif itu, TR mengambil untung sebesar Rp 25 ribu," sambung Ujung.

Polisi juga mendapati KTP palsu atas nama korban yang seharusnya masih berusia 15 tahun atau dibawah umur. "Kami juga temukan KTP palsu atas nama korban yang ternyata masih di bawah umur. KTP dipalsukan sebagai syarat agar korban bekerja di kafe tersebut," jelasnya.

Dalam menjalankan bisnis prostitusi berkedok rumah karaoke, jelas Ujung, TR turut dibantu oleh KA (25), wanita asal Turen, Kabupaten Malang. KA diduga berperan sebagai perekrut gadis muda untuk bekerja di kafe milik TR.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, TR terancam dijerat Pasal 83 juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberatan tindak pidana penjualan orang dengan ancaman hukum di atas 15 tahun penjara.




Berita Lainnya

Beli Sabu, Seorang Pelajar SMK Surabaya Dicokok Polisi

03/04/2020 13:56 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA