Monday, 21 Sep 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Ini Penyebab Adanya Desa Hantu Penerima Dana Desa

Lukman Salasi - 07/11/2019 10:26

BeritaCenter.COM – Keberadaan desa hantu atau desa tak berpenduduk tapi bisa menerima dana desa menghebohkan. Ditemukan ada empat desa hantu dan semuanya berada di Sulawesi Tenggara.

Keempat desa yaitu, desa Larehoma di Kecamatan Anggaberi, desa Wiau di Kecamatan Routa, desa Arombu Utama di Kecamatan Latoma serta desa Napooha di Kecamatan Latoma.

Kemendagri menjelaskan kemunculan desa hantu disebabkan pada saat dilakukan pemekaran, Peraturan daerah (Perda) yang membentuk desa 'hantu' tidak mengacu aturan jumlah penduduk pada Undang-undang (UU) Desa.

"Kabupaten itu memberikan penegasan bahwa ini desa daerah kami, tanpa melihat sisi kependudukan karena waktu itu belum ada syarat kependudukan," kata Direktur Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa, Aferi Syamsidar Fudail, Kamis (7/11/2019).

Berdasarkan pengecekan terdapat satu desa yang di dalamnya hanya memiliki tujuh Kepala Keluarga (KK). Seharunya, pembentukan desa baru di wilayah Sulawesi Tenggara harus memiliki minimal 400 KK atau 2.000 jiwa hal ini sesuai dengan UU Desar pasal 8 ayat 3.

Menurut Feri, awalnya usulan pemekaran di wilayah tersebut diterima oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri sebelum adanya UU Desa nomor 6 tahun 2014. Sehingga menurutnya Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2011 tidak mengacu pada UU tersebut.

"Ini Perda nomor 7 tahun 2011, artinya Perda pemekaran sebelum UU nomor 6. Jadi syarat pembentukannya tidak mengacu pada UU nomor 6," ujarnya.

Feri menuturkan, sebelumnya tujuan empat desa yang ditetapkan Pemda bertujuan untuk memastikan daerah tersebut merupakan bagian dari Kabupaten Konawe. Feri mengatakan berdasarkan UU Desa pasal 116, desa yang ada sebelum UU Nomor 6 tahun 2014 berlaku, tetap diakui sebagai desa.

"Itu memastikan kalau daerah-daerah itu tidak diambil Kabupaten lain sehingga wilayahnya tetap berada dalam Kabupaten Konawe," kata Feri.




Berita Lainnya

Pelawak Nunung Positif COVID-19

21/09/2020 16:04 - Lukman Salasi

Menteri Agama Dikabarkan Positif Covid-19

21/09/2020 10:06 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA