Friday, 06 Dec 2019
Temukan Kami di :
Opini

Terima Kasih untuk Prabowo dan Jokowi

Indah Pratiwi Budi - 06/11/2019 14:20

Bung Cebong : Dul saya berterimakasih kepada Prabowo. Oleh karena dia saya tahu Jokowi yang sebenarnya.

Dul Kampret : Saya juga sama Bong. Sangat berterimakasih pada Jokowi. Oleh karena dia saya tahu Prabowo yang sebenarnya.

Santri Kalong : Emang Jokowi yang sebenarnya bagaimana, Prabowo yang sebenarnya bagaimana ?

Kang Mat : Untuk memakrifati hakikat segala sesuatu, memerlukan ilmu filsafat metafisika.

Dul Kampret : Apa itu ilmu filsafat metafisika Kang ?

Kang Mat : Penyempurnaan jiwa manusia dengan memakrifati (mengetahui kesejatian) segenap keberadaan sebagaimana apa adanya dirinya.
Hukum terhadap wujudnya harus melalui tahqiq dengan burhan argumentasi. Tidak boleh dengan dugaan tidak boleh taqlid. Untuk tassabuh bill barri, meniru akhlak Tuhan lewat uswatun hasanah, bersuri tauladan pada utusannya.

Dul Kampret : Apa yang dibahas dalam filsafat metafisika ?

Kang Mat : Yang di bahas adalah wujud bima huwa wujud. Ada sebagaimana apa adanya Ada itu sendiri. Eksistensi quo Eksistensi. Segala sesuatu ditinjau dari sisi Adanya, bukan dari sisi Apa Kesesuatuannya/mahiah.



Dul Kampret : Apa beda Ada/wujud dengan mahiah/jawaban dari apa ?

Kang Mat : Di sekitar Pakandangan ini kau bisa bertanya. Apa itu ? Menunjuk pada kerbau. Jawabannya kerbau. Apa itu? Menunjuk pada pohon? Jawabannya pohon. Mahiah banyak sekali sesuai nama-nama untuk setiap Ada/wujud yang ada di sekeliling kita.
Wujud memyelinap, licin dan mencair menyertai bahkan menjadi dasar bagi mahiah/esensi/jawaban dari pertanyaan apa itu. Wujud dapat difahami sebagai aspek yang melaluinya dia (wujud) nampak adalah identik dengan yang melaluinya (aspek itu) dia (wujud) itu tersembunyi. Dalam ilmu tauhid wujud identik dengan hakikat keesaan itu sendiri. Dalam kitab suci wujud esa itu disebut dengan Allah (ismul A'dham).

Selain biasanya wujud diperlawankan dengan mahiah, wujud juga diperlawankan dengan a'dam (tiada). Mahiah dan tiada sama-sama i'tibarul aqli atau abstraksi benak. Abstraksi benak urusan ilmu logika, tata kelola isi kepala.

Dul Kampret : Untuk apa ilmu mengetahui kesejatian itu Kang?

Kang Mat : Untuk kita berpancasila yang layak sebagai manusia Indoneaia. Untuk kita dapat beragama yang layak agar tak tersesatkan oleh siapapun. Ingat, kita sendiri lah yang akan mempertanggung jawabkan itu didepan Tuhan. Bukan orang lain menggantikan pertanggung-jawaban kita. Untuk itu beragama atau berindonesia tak bisa memakai paksaan atau ikut-ikutan. Tombol ada di tanganmu untuk memilih kebahagiaan (kedekatan dengan Tuhan) abadi dan kenestapaan (kejauhan dari Tuhan) abadi.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib




Berita Lainnya

212, Untuk Apa Reuni

05/12/2019 16:50 - Indah Pratiwi Budi

Reuni untuk Anies yang Tak Pernah Pede

04/12/2019 15:30 - Indah Pratiwi Budi

Mewaspadai Paham Radikal Mengincar Masyarakat

04/12/2019 14:51 - Indah Pratiwi Budi

Rasulullah SAW Pantas Dipuji di Langit dan Bumi

04/12/2019 01:17 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA