Friday, 13 Dec 2019
Temukan Kami di :
Opini

Gubernur Ngelem Aica Aibon

Indah Pratiwi Budi - 30/10/2019 20:19

Mau nge-fly dengan cara yang murah meriah ? Hirup lem AICA AIBON dalam- dalam, dijamin otak Anda langsung konslet dan melayang-layang ke segala arah. Mungkin Anies Baswedan dan anak buahnya bagian perencanaan anggaran sedang "Ngelem" saat buat APBD DKI Jakarta 2020. Sehingga otak mereka jadi konslet dan memasukkan mata anggaran yang aneh-aneh mulai Aica Aibon, pulpen dan lain-lain dalam jumlah yang fantastis. Hanya orang yang berotak konslet yang membuat anggaran ngawur seperti itu.

Kelakuan Anies dan kroni-kroninya ini selama ini aman-aman saja karena aparat Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Mendagri yang super melempem tidak bekerja dengan baik. Mereka mendapat uang tutup mulut atau uang untuk goblok saya tidak tahu. Yang saya tahu selama ini mereka melakukan pembiaran atas kelakuan Anies Baswedan dan kroni- kroninya. Kalau harus dipersalahkan atas bancakan uang rakyat Jakarta selain aparat Pemda DKI Jakarta ya aparatur negara di kementerian dalam negeri yang berkaitan dengan pemeriksaan APBD.

Setelah Menteri Dalam Negeri diganti Jenderal Pol Tito Karnavian, para pembuat anggaran di provinsi mulai kepanasan. Saya berharap bukan hanya di DKI Jakarta saja, juga di provinsi lain kongkalikong antara orang provinsi dengan orang Kemendagri sudah jadi rahasia umum. Sehingga RAPBD provinsi lolos saja tanpa filter. Mudah-mudahan kelakuan busuk para penggarong uang rakyat ini berhenti di zaman Mendagri Tito Karnavian.

Kongkalikong anggaran di Provinsi DKI Jakarta sudah menjadi cerita bertahun- tahun tanpa ada perubahan karena aparat Pemda DKI Jakarta melakukan kolusi manis bersama anggota DPRD DKI Jakarta. Saya berbahagia anggota DPRD dari fraksi PSI cukup vokal menelisik laku curang maling uang rakyat Jakarta. Dan sikap kritis anak-anak muda PSI ini merupakan tamparan keras buat partai- partai kawakan seperti PDIP, Golkar, Nasdem dll yang selama ini bungkam melihat kejahatan berlangsung di depan hidung mereka. Ada beberapa alternatif yang terjadi. Mereka ikut terlibat dalam kongkalikong anggaran atau mereka juga sama-sama "ngelem" Aica Aibon sehingga otak mereka jadi ikutan konslet.

Entahlah saya sudah muak dengan kelakuan Anies dan badut-badutnya ini. Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang berjumlah 73 orang sama sekali tidak berfungsi. Mereka konon beralih fungsi menjadi Timses "Anies For RI-1". Benarkah ? Mereka yang harus membuktikan tuduhan kepada mereka itu salah.

Mungkinkah ini sandyakalaning Anies Baswedan ? Kita tunggu saja. Kalau pemerintah pusat tidak bisa menurunkan dia, rakyat yang akan menjungkirbalikkan dia pada tahun 2022. Kita sabar saja.

Salam SATU Indonesia

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri




Berita Lainnya

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Kalangan Pelajar

13/12/2019 19:00 - Indah Pratiwi Budi

Ribetnya Islam Versi Radikalis

12/12/2019 17:40 - Indah Pratiwi Budi

Kartu Merah untuk Radikalisme

11/12/2019 19:00 - Indah Pratiwi Budi

Si Dungu Rocky Gerung "Mengaku Faham Pancasila"

11/12/2019 17:29 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA