Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
Politik

Minta Restu ke Megawati, Gibran Siratkan Pesan Lewat Kemeja 'Indonesia Raya'

Aisyah Isyana - 24/10/2019 19:40

Beritacenteer.COM - Gibran Rakabuming memohon restu Ketum Megawati Soekarnoputri untuk maju ke Pilwakot Solo melalui PDIP. Kala bertandang menemui Megawati, putra sulung Jokowi ini tampak mengenakan kemeja 'Indonesia Raya' yang bergambar Bung Karno.

Pakar ekspresi dan gestur Handoko Gani menilai gaya berpakaian Gibran yang tampak berkemeja gambar Bung Karno serta pahlawan lainnya itu menyiratkan pesan khusus. "Ada pesan khusus," kata Handoko kepada wartawan, Kamis (24/10/2019).

Baca juga :

Handoko menyebut pemilihan baju yang dikenakan Gibran saat menemui Megawati untuk memohon restu itu menyiratkan sebuah pesan. Menurutnya, Gibran menyiratkan pesan soal adanya perubahan zaman.

"Pesan baju pada Ibu dan masyarakat Solo tentang perubahan zaman. Dan ini adalah alasan utama juga Gibran ;mendadak' ingin maju. Bahkan 'berkonfrontasi' dengan DPC PDIP," kata Handoko.

"Gibran merasa tidak puas dan merasa kesal pada calon yang ada, karena tidak membawa perubahan atas Solo yang ia inginkan. Di sini sekaligus menjawab kegundahan masyarakat bahwa Gibran ingin membuat trah politik," sambungnya.

Selain itu, Handoko menyebut baju yang dikenakan Gibran juga melambangkan jati dirinya, gaya kepemimpinannya nanti, serta perbuahan yang ingin dia lakukan. Handoko juga menyoroti soal buku yang dibawa Gibran saat sowan ke Megawati.

"Buku itu melambangkan tekad dan legitimasi kepercayaan yang didapatkannya. Dirinya sendiri datang sendiri tanpa keluarga melambangkan Gibran maju dengan segenap aset diri yang dimilikinya," kata Handoko.

Sementara itu, Handoko juga menyinggung soal belum adanya rencana konkret yang tertulis yang dibawa Gibran. Menurutnya, hal itu menjadi pembeda antara Gibran dan calon DPC.

"Namun inilah yang menarik. Jadi, Gibran menghadap Bu Mega untuk maju Walkot, dengan hanya modal di atas. Gibran berharap Bu Mega menilai atas landasan kepercayaan atas dirinya, tekad dan semangat, pembaharuan yang jadi alasannya, serta kepercayaan Bu Mega atas prestasi dan kompetensi seorang Gibran, plus kedekatan Jokowi dan Ibunya," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA