Thursday, 14 Nov 2019
Temukan Kami di :
Politik

Di Akhir Masa Jabatan Jokowi-Jusuf Kalla, Presiden Jokowi Sampaikan Banyak Terima Kasih dan Minta Maaf kepada Jajaran Menteri

Presiden Joko Widodo sengaja mengumpulkan menteri termasuk Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN dan Panglima TNI untuk ramah tamah di akhir masa jabatan kabinet 2014-2019.

Sari Intan Putri - 18/10/2019 15:36

Beritacenter.COM - Siang ini, suasana di Istana Kepresidenan Jakarta terlihat sangat cair. Tak sama dengan pertemuan-pertemuan atau seremoni Kepresidenan di hari-hari sebelumnya yang dihadiri menteri.

Presiden Joko Widodo sengaja mengumpulkan menteri termasuk Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN dan Panglima TNI untuk ramah tamah di akhir masa jabatan kabinet 2014-2019.

Awalnya, Presiden Joko Widodo berpidato dengan ucapan terima kasih atas kerja keras selama 5 tahun ini untuk membangun negara. Presiden Jokowi juga meminta maaf jika ada kesalahan yang diperbuat. Salah satu permintaan maaf itu karena menghubungi tengah malam.

"Saya juga mohon maaf sering saya ganggu tengah malam enggak sekali dua kali. Pak Tito, Panglima TNI, saya telepon tengah malam, Kepala BIN, menteri. Bu Menkeu tengah malam saya telepon, Bu Menteri Retno tengah malam saya telepon. Saya kira itulah gangguan yang sering harus saya lakukan karena negara memerlukan kerja kita semua," ucap Jokowi.

Bukan hanya menteri, Jokowi mengungkap dia bahkan pernah lompat koordinasi dengan menghubungi langsung pejabat di bawah, di antaranya adalah Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa.

"Kemarin saya terpaksa harus melompat perintah Dankomar, KSAD, tengah malam karena keperluan sangat mendesak. Hal seperti itu harus saya kerjakan," lanjut Presiden Jokowi.

Selain KSAD dan Dankormar, Jokowi juga pernah memanggil atau menghubungi dirjen tanpa memberi tahu menteri.

"Karena sangat mendesak info yang ingin saya dapat. Malam, pagi, subuh, karena memang kita diberi tanggung jawab untuk mengelola 267 juta jiwa di negara kita Indonesia," ucap Jokowi.

"Saya mohon maaf yang sebesarnya dalam pergaulan sehari-hari dalam memberi perintah, instruksi Bapak Ibu ada yang kurang berkenan. Saya manusia biasa penuh kekhilafan, kekurangan, penuh dengan ketidaktahuan, sehingga banyak hal yang mungkin dalam hal pergaulan interaksi ada hal kurang berkenan," tutupnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA