Sunday, 17 Nov 2019
Temukan Kami di :
News

Klaim Hanya Refleks, 'Habib' Irshad Ahmad Akui Ikut Pukul Ninoy Karundeng

Saya mukul kena kupingnya, bukan mukul sih ya nggak sadarlah gitu (menunjukkan gerakan melempar pukulan ke arah depan). Iya, tadi saya bilang refleks

Aisyah Isyana - 16/10/2019 18:46

Beritacenter.COM - Irshad Ahmad mengakui jika dirinya sempat ikut memukul relawan Jokowi yang juga pegiat medsos Ninoy Karundeng, di Masjid A-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Sosok pria yang dipanggil habib oleh para pelaku lainnya itu mengaku jika tindakannya refleks.

"Saya mukul kena kupingnya, bukan mukul sih ya nggak sadarlah gitu (menunjukkan gerakan melempar pukulan ke arah depan). Iya, tadi saya bilang refleks," kata Irshad dalam wawancara eksklusif dengan detik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/10/2019).

Irshad yang dimintai keterangan lebih jelas lagi terkait pemukulan itu memang mengakui jika dirinya memukul Ninoy. Kendati begitu, dia mengaku hanya sekali memukul Ninoy dengan klaim jika hal itu dilakukan lantaran refleks.

"Seingat saya sekali, kata Ninoy 2 kali. Seingat saya sekali, karena reflekslah," tuturnya.

Menurutnya, pemukulan yang refleks dilakukannya itu terjadi saat dirinya mengetahui Ninoy ada relawan Jokowi. Irshad mengaku kesal saat mengetahui tulisan Ninoy di laptopnya mengandung ujaran kebencian terhadap tokoh-tokoh yang dikaguminya.

"Sudah gitu ada yang nanya 'setop... setop...', kemudian dibuka laptopnya, ada penghinaan terhadap Prabowo sama Pak Anies dan Ustaz Arifin Ilham yang sudah meninggal," jelasnya.

Mendapati hal itu, Irshad mengaku sangat emosional hingga memarahi Ninoy. "Nah, di situ emosi, saya marah-marah juga," ucapnya.."

Tak hanya dirinya, Irshad menyebut ada beberapa orang lainnya yang turut memukul Ninoy. Dia mengaku tak mengenal orang-orang yang dimaksudnya tersebut. "Banyak itu, anak-anak SMP-lah, pelajar itu," katanya.

Irshad juga angkat bicara soal ambulans dan kapak, dimana Ninoy menyebut ada sosok 'habib' yang mengancam akan memenggal kepalanya dan menyiapkan ambulans untuk mengangkut jenazahnya. Irshad mengakui jika dirinya sempat mengucapkan soal kapak dan ambulans itu, namun dia menyebut hal itu diucapkannya lantaran Ninoy tak menjawab pertanyaannya saat diinterograsi tersangka Abdul Basyir.

"Begini, saya itu karena marah saya bilang mungkin ya saya juga nggak inget, itu apa saya ngomong 'kamu itu banyak orang nanti mungkin dikapak di luar karena banyak orang loh', gitu loh. Ya gitu supaya dia itu ngakulah jangan berbelit-belit Ninoy-nya," tuturnya.

"Kan Ninoy juga ngotot aja nggak mau ngaku, saya juga nggak banyak tanya," tambahnya.

Sementara soal keberadaan ambulans sendiri, diakui Irshad memang ada ambulans saat itu. Kendati begitu, Irshad menyebut ambulans itu bukan untuk mengangkut jenazah Ninoy, namun untuk korban demo yang terkena gas air mata.

"Ini klarifikasi ya, kalau ambulans itu ada, bukan ambulans untuk eksekusi dia, bukan. Kalau mau eksekusi dia, kenapa nggak kita serahkan keluar aja kalau mau ya," tandasnya.




Berita Lainnya

Ini Nama Cucu Baru Presiden Jokowi

15/11/2019 22:11 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA