Wednesday, 13 Nov 2019
Temukan Kami di :
Politik

Prabowo Gencar Bergerilya, Demokrat: DNA Kami Sama dengan Pak Jokowi!

DNA (deoxyribonucleic acid) nya Demokrat sama dengan DNA-nya Pak Jokowi

Aisyah Isyana - 15/10/2019 12:45

Beritacenter.COM - Partai Demokrat angkat bicara soal menipisnya kesempatan untuk gabung ke pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) periode kedua, pasca Ketum Gerindra Prabowo Subianto bergerilya ke sejumlah pimpinan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Menanggapi hal itu, Demokrat memastikan jika mereka punya DNA yang sama dengan Presiden Jokowi. "DNA (deoxyribonucleic acid) nya Demokrat sama dengan DNA-nya Pak Jokowi," kata Ketua Fraksi Demokrat Benny K Harman saat dihubungi, Selasa (15/10/2019).

Baca juga :

Prihal Ketum Prabowo yang gencar bergerilya, Benny memastikan jika Demokrat sama sekali tak terganggu. Benny menyebut bahkan mengaku jika Demokrat mengapresiasi langkah eks Danjen Kopassus itu yang mengutamakan kepentingan bangsa.

"Apa yang gencar dilakukan Ketum Gerindra melakukan safari politik ke sejumlah pimpinan parpol termasuk, Pak Presiden Jokowi harus diapresiasi jika semangatnya dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara," ujar Benny.

Benny menilai, masyarakat saat ini memerlukan teladan para elite politik soal kebersamaan dalam membangun bangsa. Kendati begitu, dia mengingatkan agar semagat kebersamaan itu dapat sejalan dengan kemajuan demokrasi.

"Yang terpenting kebersamaan itu tidak boleh kontraproduktif terhadap kemajuan demokrasi, sistem konstitusi, dan upaya pemberantasan korupsi. Kebersamaan yang dibangun hendaknya juga tidak mengarah pada pembentukan kartel politik apalagi mengarah pada oligarki dan plutokrasi karena itu semua akan mematikan demokrasi dan memberi ruang tumbuh suburnya otoritarianisme politik," ujar anggota DPR itu.

Dia juga menyinggung soal penghidupan kembali demokrasi terpimpin yang berpotensi memusatkan kekuasaan ditangan pihak-pihak tertentu.

"Jangan sampai kita hidupkan kembali sistem demokrasi terpimpin, guided democracy, yang mengarah pada sentralisme kekuasaan politik di tangan satu orang atau beberapa orang atau kelompok atas nama kebersamaan dan persatuan," kata Benny.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA