Saturday, 07 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Teroris Penembak Polisi di Tol Pejagan 'Suherman' Divonis Mati, Rekannya 3 Tahun Bui

Aisyah Isyana - 14/10/2019 13:31

Beritacenter.COM - Teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Suherman, divonis hukuman mati terkait aksi penyerangan terhadap anggota polisi di daerah Pantura. PN Jakarta Timur mengabulkan permohonan jaksa yang menuntut Suherman dengan hukuman mati.

"Menjatuhkan pidana mati," demikian putus PN Jaktim sebagaimana dikutip dari website Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaktim.

Baca juga :

Dalam menjalankan aksinya, Suherma alias Herman alias Eman alias Abu Zahra, turut dibantu Gusruzal alias Rizal. Dia merupakan orang yang membantuk Suherman menjalankan aksi pertamanya, yakni penyerangan polisi di Pertigaan Kelurahan Pasar Batang, Brebes, Jateng, Agustus 2018 lalu.

Selanjutnya, kelompok ini berturut-turut melancarkan aksi penyerangan terhadap polisi, dimana puncak aksi keduanya yakni menyerang dua anggota PJR, Ipda Dodon dan Aiptu Widi di M 224 Ruas Tol Pejagan-Cirebon. Suherman dkk menembak kedua polisi itu dan berujung tewasnya Aiptu Dodon.

Pasca terjadinya insiden penyerangan itu, Densus 88 Antiteror langsung melakukan perburuan terhadap para pelaku. Dau anggota JAD tewas usai ditembus peluru petugas lantaran melawan. Sementara sisinya diadili di PN Jaktim, salah satunya adalah Gusrizal yang divonis 3 tahun bui lantaran dinilai telah mendukung terorisme.

"Menjatuhkan pidana penjara waktu tertentu (3 tahun)," putus majelis PN Jaktim sebagaimana dikutip detikcom dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaktim, Senin (14/10/2019).

Dalam persidangan itu, duduk sebagai ketua majelis Suparman Nyompa dengan anggota Surung Simanjuntak dan Tri Andita Juristiawati. Tuntutan itu sesuai tuntutan jaksa pada 25 September 2019.




Berita Lainnya

Gara-gara Becanda Bawa Bom, 2 Penumpang Dibui

07/12/2019 01:08 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA