Sunday, 09 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Penusukan Wiranto Dibilang Rekayasa, Prabowo : Itu Bukan Rekayasa, Saya Mengutuk Keras Aksi Penusukan Tersebut...

Indah Pratiwi Budi - 14/10/2019 09:30

Beritacenter.COM - Menko Polhukam Wiranto mendadak diserang orang tak dikenal saat berkunjung ke Pandeglang, Banten. Pelaku diduga terpapar ISIS itu mencoba menusuk Wiranto dengan senjata tajam.

Penusukan wiranto tersebut banyak yang menilai hanyalah rekayasa atau setingan, Kabar Hoaks atau berita miring tentang aksi penusukan tersebut disebarkan secara masif melalui media sosial.

Namun, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai penyerangan terduga teroris Syafril Alamsyah alias Abu Rara terhadap Wiranto bukanlah sebuah rekayasa.

Prabowo menyimpulkan hal itu setelah dirinya melihat Wiranto ditangani oleh sembilan dokter ahli dari RSPAD Gatot Soebroto.

“Yang jelas saya lihat tadi ada beberapa, mungkin 9 dokter senior dari TNI. Saya tidak meliat ada rekayasa, saya tidak melihat,” kata Prabowo usai membesuk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Aksi itu pun mendapat kecaman, Prabowo mengutuk segala bentuk aksi terorisme yang dapat mengancam keamanan sebuah negara.

“Kita harus selesaikan semua perbedaan dengan kesejukan. Musyawarah mufakat di ruangan, kalau perlu pukul-pukul meja. Tapi enggak boleh ada penyelesaian dengan kekerasan, itu saya dari dulu tidak mau dan saya kira kita harus bersatu (melawan) bentuk-bentuk seperti ini,” tegasnya.

Mantan Danjen Kopassus itu juga meminta kepada seluruh tokoh agama di Tanah Air untuk dapat memberikan pemahaman agama yang benar. Sebab, menurut Prabowo, aksi Abu Rara itu sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun.

“Terutama semua para pemimpin agama harus benar-benar berani mendidik mengajarkan untuk hindari bentuk-bentuk seperti ini, kekerasan,” ujarnya.

Terkait adanya keocolangan dari Badan Intelijen Negara (BIN) dalam kasus itu, Prabowo mengatakan BIN tak kecolongan atas kejadian penusukan tersebut. Tapi karena kelompok terorisme sangat liar ketika melaksanakan aksinya, sehingga sulit untuk dicegah.

“Namanya musibah, namanya aksi seperti ini liar. Kesannya sulit untuk dicegah,” ucapnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA