Thursday, 30 Jan 2020
Temukan Kami di :
News

Duka Cita Penusukan Wiranto, Kompolnas: Polri Harus Optimalkan Intelijen dan Densus 88

Duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Bapak Jend. TNI (Purn). Dr. H. Wiranto, Menkopolhukam RI

Sari Intan Putri - 10/10/2019 17:34

Beritacenter.COM - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Andrea H Poeloengan mengucapkan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Menkopolhukam RI yang juga Ketua Kompolnas, Jend TNI (Purn) Wiranto.

Andrea mengutuk keras tindakan keji yang dilakukan oleh pria bernama Syarial Alamsyah di Pandeglang, Banten saat Wiranto melakukan kunjungan kerja.

"Tindakan keji yang dilakukan oleh sepasang Terduga Teroris ini (FA dan SA alias AR) sama sekali tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun," kata Andrea, Kamis (10/10).

Andrea juga menyampaikan rasa duka mendalam terhdap korban lainnya, yakni Kompol Dariyanto (Kapolsek Menes) dan H. Fuad.

Atas kejadian ini, Kompolnas berharap agar dilakukan penegakan hukum yang tegas dan cepat baik disangkakan berdasarkan KUHP maupun UU Terorisme.

"Sangat diharapkan agar hal-hal tersirat dibelakang kejadian tersebut dapat terungkap dengan jelas dan terang," Tuturnya.

Sebenarnya, lanjut Andrea, pihak BIN juga menyebutkan jika pelaku termasuk dalam jaring Teroris yang ada di Indonesia.

"Maka saya berharap semua pihak agar tidak terintimidasi akibat kejadian ini dan menjadikan momentum kebangkitan melawan segala macam bentuk tindakan Teroris dan Radikalis," katanya.

Andrea juga mengharapkan beberapa poin penting untuk pihak kepolisian di antaranya yakni, Mengoptimalkan kembali kegiatan intelijen dan Densus 88/AT untuk mengantisipasi pergerakan kelompok Teroris.

Meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan bagi Polri sendiri, baik pengamanan petugas maupun markas, yang bisa saja menjadi sasaran Teroris.

Meningkatkan pengamanan bagi seluruh kegiatan penyelenggara negara, terutama ditempat-tempat umum.

Poin penting lainnya yaitu, Meningkatkan kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya guna dapat mengantisipasi dan memcegah tindakan-tindakan Teroris dan Radikalis, serta kekerasan apapun yang mungkin berpotensi terjadi.

Meningkatkan kembali pengkordinasian Patroli bersama TNI dan kegiatan Siskamling bersama masyarakat (sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri), Mengajak dan bersama-sama pemangku kepentingan lainnya untuk tetap tenang tetapi tetap waspada.

Serta meningkatkan kegiatan kampanye dan narasi anti Teroris dan Radikalis serta Berharap agar Polri sebagai penanggungjawab keamanan NKRI sebagaimana titah Pasal 30 UUD 1945 agar juga dapat Mengevaluasi dan berintrospeksi diri, atas kejadian Teroris di Pandeglang, yang terjadi hari ini,Kamis 10 Oktober 2019.

Yang terakhir, Andrea mengimbau untuk semua pihak agar dapat bersabar menunggu hasil perkembangan dari penidikan Polri. Dan bersama-sama kita berempati terhadap para korban dan situasi ini.




Berita Lainnya

Ketua Umum PKB Cak Imim Diperiksa Penyidik KPK

30/01/2020 02:15 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA