Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Opini

Sepak Terjang Wan Abud Sasetan

Indah Pratiwi Budi - 08/10/2019 21:45

FOKUS : KPK

Dear Pakde...
Saya tahu Pakde sudah geram...atas sepak terjang Wan Abud Sasetan ini.
Dulu saya dan banyak orang terkejut saat Pakde memecat manusia bertopeng ini ketika dia menjadi Mendikbud dulu. Namun satu demi satu topengnya telah terbuka.

Keganjilan penyelenggaraan Pameran Buku di Frankfurt yang menghabiskan dana ratusan M, hanya untuk menampilkan beberapa buku karangan penulis Indonesia, yang ga jelas buku apa? Dan untuk tujuan apa menyelenggarakan Pameran Buku di negeri maju? Yang perlu lebih membaca buku itu manusia di negeri berplower ini Bud!

Jangan lupa kelebihan anggaran yang diajukan sebesar 23,5 Trilyun...yang berhasil diselamatkan oleh Menkeu Ibu Sri Wahyuni dkk. Sasetan berdalih kalau itu adalah kesalahan perhitungan honor gaji guru!

Wadepaak!!!

Sementara pada kenyataannya, selama dua tahun Sasetan menjadi Mendikbud, beberapa keluarga dan kerabat saya sendiri yang membaktikan diri bertahun-tahun bahkan belasan puluhan tahun menjadi guru Honorer di daerah terpencil di ujung Sulawesi sana, hanya mendapat Honor 300rb per bulan yang dibayar setiap 3 bulan sekali, itupun dipotong oleh sumbangan-sumbangan dalihnya untuk uang sumbangan listrik, lampu, pembelian semen dll, sehingga setiap 3 bulan hanya menerima Take Home Pay maksimal 450rb rupiah...sementara Invoice yang ditandatangani sebesar 900rb rupiah.

Jadi sudah dicatut dari Diknas Pusat, dicatut oleh Pejabat Daerah, dicatut lagi oleh Pihak Sekolah. Dengan alasan yang jelas dibuat-buat. Padahal setiap sekolah jelas telah mendapat dana Bos.

Berdasarkan apa yang banyak saya dengar, Guru-guru Honorer inilah yang lebih banyak mengajar, dan bertanggung jawab atas kelas-kelas itu bukan hanya sekedar membantu... sementara ada oknum Guru-guru yang telah diangkat menjadi PNS dengan gaji besar, bisa seenaknya pergi ke kota belanja, atau malah asiek arisan bahkan rujakan di sekolah..di jam mengajar.

Dengan gaji sebanyak Rp. 450rb per 3 bulan..apakah cukup untuk biaya hidup seorang guru single sekalipun? Sementara sang pembuat kebijakan berfoya-foya di Jakarta dengan anggaran yang menyatut nama Guru Honorer?!

Itu hanya transaksi besar yang mudah terlihat. Bagaimana dengan transaksi-transaksi kecil di bawah 100M?

Dan saat ini sebagai penguasa Jakarta dengan APBD terbesar, tidak terlihat hasil kerja yang telah dia lakukan, bahkan sebagian dana tunjangan rakyat miskin yang diberikan pada masa Ahok, saat ini telah banyak dipangkas. Di Masa Ahok dengan APBD yang lebih kecil pembangunan terasa luar biasa..bahkan itupun Ahok masih bisa mengembalikan sekitar 20 persen anggaran di akhir anggaran. Pengembalian anggaran mungkin tidak pernah dilakukan oleh Kepada Daerah lainnya selama ini. Mereka akan menghabiskan anggaran sampai tidak bersisa..kalau perlu minus, agar APBD di tahun selanjutkan tetap kalau bisa bertambah besar, untuk kembali dibancak rame-rame bahu mbahu dengan DPRD.

Cara kerja Sasetan lulusan Amrik ini memang rapi jali...tersusun dengan baik, sebaik dia mengangkat dan menempatkan gerombolannya sebagai PNS Eselon 3-4 dan memilih rekanan-rekanan yang dengan mudah akan tutup mulut apabila ingin terus diberi proyek.

Setiap Tender dan RAB telah dibuat sedemikian rupa...Sulit untuk menemukan transaksi langsung apalagi yang bisa membuatnya tertangkap tangan berkat dukungan KPK Taliban di belakangnya. Beribu modus operandi licik telah dipelajari.

Satu hal yang paling menyedihkan sekaligus mengerikan, saat Dogma telah tertanam kuat..
betapapun bobroknya seseorang atau suatu kebijakan, tidak akan pernah terlihat selama mereka merasa berada di dalam satu payung yang sama.


(Sumber: Facebook Acha Wahyudi)




Berita Lainnya

Runtuhnya Sila Kedua di Medsos

16/10/2019 13:24 - Indah Pratiwi Budi

Yang Teriak-Teriak Kapir Ternyata Kapir

15/10/2019 12:13 - Indah Pratiwi Budi

Istri Nyinyir Suami Nyonyor

14/10/2019 11:52 - Indah Pratiwi Budi

Mengapa Istri Prajurit Harus Jaga Ibu Jari?

12/10/2019 11:10 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA