Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Seperti Inilah Perputaran Uang Industri Porno Yang Sangat Menggiurkan

Anas Baidowi - 08/10/2019 12:26 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Perkembangan bisnis pornografi semakin tahun semakin pesat ditengah-tengah perkembangan tekhnologi internet saat ini. Jika mengingat pada abad klasik seperti Kamasutra, diperjual belikan sebagai majalah dewasa Playboy dan Huster, perkembangannya cukup pesat dan cukup digemari dalam semua kalangan.

Meski dilarang di sejumlah tempat dan bisa dibuka secara sembunyi-sumbunyi, erotisme dalam bentuk pornografi jadi daya tarik sendiri bagi yang pernah melihatnya. Pada dasarnya pornografi adalah industri, serupa musik atau film yang melibatkan perputaran uang yang cukup besar, dengan para pelaku yang punya motif bisnis yang sama yaitu mengeruk keuntungan.

Karena motif itulah, politik, moral, atau ideologis dikesampingkan demi industri lendir bisa berkembang.

Dikutip dari laman Stanford University, Frederick S. Lane, penulis Obscene Profits: The Enterpreneurs of Pornography in the Cyber Age (2000), menyebut empat faktor yang membuat industri pornografi sukses besar.

Pertama, industri pornografi sangat mahir mengumpulkan sekaligus mempertahankan jumlah konsumen melalui serangkaian taktik pemasaran terbuka dan mudah diterima. Kedua, hadirnya banyak iklan dalam industri. Ketiga, kerjasama yang solid dengan pelaku pornografi yang lain. Dan terakhir, industri pornografi cerdas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Mengacu kepada empat hal itulah yang membuat banyak pihak meyakini uang mengalir deras di pusaran industri pornografi. Tapi, berapa yang sebenarnya dihasilkan? Ada banyak riset yang berusaha menjawabnya.

Menurut studi Forrester Research pada (1998) silam, misalnya, menyebut industri pornografi bernilai sebesar USD 10 miliar. Sementara Adult Video News (2009) mengatakan sebanyak lebih dari USD 4 miliar berputar dalam industri ini. Lalu, catatan dari US News & World Report (2007) menegaskan industri porno memiliki valuasi senilai USD 8 miliar.

Bahkan di Jepang, industri porno sendiri punya estimasi pendapatan sekitar USD 4,4 miliar, dengan jumlah produksi sebanyak 20 ribu judul tiap tahunnya. Laporan Forbes (2001) merinci dengan jelas berapa pendapatan industri porno.

Menurut mereka, uang yang berputar dalam industri porno kurang dari USD 3,9 miliar, angka tersebut didapat dari penjualan dan penyewaan video porno (USD 500 juta-USD 1,8 miliar), internet (USD 1 miliar), biaya per tayang (USD 128 juta), hingga publikasi di media dan majalah (USD 1 miliar).

Lambat laun, prediksi angkanya kian besar. Tahun kemarin, sebagaimana diwartakan The Guardian, industri porno punya perkiraan pendapatan sebesar USD 15 miliar, melampaui Netflix yang hanya mampu senilai USD 11,7 miliar dan Hollywood USD 11,1 miliar.

Fakta bahwa industri pornografi meraih pendapatan yang menggiurkan tidaklah mengagetkan. Lini bisnisnya banyak, jumlah konsumen setia tak terhitung banyaknya, belum lagi internet memudahkan orang untuk mengakses film-film porno merupakan salah tiga faktor penunjangnya.




Berita Lainnya

Sertifikasi Halal Tidak Lagi Melalui MUI

16/10/2019 21:07 - Indah Pratiwi

Luhut: Indonesia Akan Jadi Negara Besar Dunia

13/10/2019 11:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA